Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ditempatkan di Sisi Gelap Bulan

📅 Senin, 09 Okt 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Ditempatkan di Sisi Gelap Bulan Doc: afp/ Mark Felix

Cahaya adalah benda tercepat di alam semesta, bergerak dengan kecepatan 186.000 mil per detik di ruang hampa udara. Namun karena luar angkasa sangat luas, cahaya dari benda-benda jauh masih membutuhkan waktu lama untuk mencapai Bumi.

Artinya, ketika seseorang melihat sesuatu yang jauh di luar angkasa, apa yang sebenarnya ia melihat adalah apa yang tampak di masa lalu, ketika cahaya pertama kali memulai perjalanannya. Cahaya dari Bintang Utara misalnya, membutuhkan waktu 320 tahun untuk mencapai Bumi. Jadi jika melihat bintang tersebut, maka seseorang akan melihat seperti apa 320 tahun yang lalu.

Cahaya tampak hanyalah satu jenis, dan NASA mempelajari cahaya dari seluruh spektrum elektromagnetik untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang alam semesta. Teleskop Luar Angkasa Hubble, misalnya, mengamati cahaya tampak, sedangkan Teleskop Luar Angkasa Sinar Gamma Fermi mendeteksi sinar gamma.

Meskipun keberadaan semua instrumen yang mengukur semua jenis cahaya ini telah merevolusi pemahaman manusia tentang alam semesta dan sejarahnya, namun baru mengetahui sedikit tentang apa yang terjadi antara 380.000 dan 400 juta tahun setelah Big Bang.

Ini adalah periode yang sangat penting dalam sejarah alam semesta, yaitu saat bintang dan galaksi pertama lahir namun kabut gas hidrogen memenuhi alam semesta pada masa ini, memerangkap cahaya tampak atau inframerah yang dipancarkan dari benda-benda langit awal tersebut.

Para astronom sekarang menyebut periode ini sebagai "zaman kegelapan" kosmik, dan mereka sangat ingin mengetahui apa yang terjadi selama periode tersebut. "Kami peduli dengan bintang-bintang pertama ini karena kami peduli dengan asal usul kami sendiri maksud saya, dari mana kami berasal? Dari mana datangnya Matahari? Dari mana asal mula Bumi? Bima Sakti?" kata Jack Burns, kosmolog di University of Colorado Boulder.

Para astronom yakin cara terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah dengan mencari gelombang radio samar yang dipancarkan oleh atom hidrogen yang ada di mana-mana selama abad kegelapan kosmik. Masalahnya adalah manusia tidak dapat mendeteksi sinyal-sinyal tersebut di Bumi karena adanya gangguan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.