Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabupaten Bekasi Cermati Hoaks Pemilu

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabupaten Bekasi Cermati Hoaks Pemilu Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bekasi Encep Supriatin Jaya memberikan sambutan pada kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan kepada pengurus partai politik beberapa waktu lalu.

BEKASI - Ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong atau hoaks semakin marak menjelang Pemilu Serentak 2024. Untuk itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi terus mewaspadai masalah tersebut agar tidak sampai merebak. Sebab hal itu bisa mengganggu jalannya pemilu.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bekasi, Encep Supriatin Jaya, mengatakan, Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 menjadi hajatan nasional. Selain itu, pemilu serentak juga sekaligus menjadi pesta rakyat. Ini pesta yang akan menentukan pemimpin bangsa mulai dari presiden, wakil presiden, gubernur, bupati/wali kota, maupun anggota legislatif, serta DPD.

Hajatan tersebut benar-benar pekerjaan besar bangsa untuk tahun depan. Maka harus bersama-sama dijaga agar dapat berjalan lancar. "Sukses pemilu ada tiga yakni pemilu damai, aman, serta angka partisipasi pemilih tinggi. Hal-hal yang berpotensi mengganggu kesuksesan pemilu perlu kita waspadai, termasuk ujaran kebencian dan informasi hoaks," jelas Encep, yang dipantau Jumat (6/10).

Dia menjelaskan, kewaspadaan terhadap praktik ujaran kebencian hingga informasi bohong belajar dari pengalaman penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2019 di mana dua hal tersebut berpotensi mengganggu kesuksesan pesta demokrasi rakyat. Bahkan jika tidak ditangani dengan baik bukan tidak mungkin melahirkan konflik sosial hanya karena berbeda pilihan. Itu nyaris terjadi dalam pemilu lima tahun lalu. Bahkan dampaknya samar-samar masih tersisa hingga sekarang.

"Itu sangat penting dan harus diwaspadai. Jika tidak, akan terjadi seperti negara-negara lain sseperti Suriah yang sampai sekarang terjadi pembantaian," ujarnya. Menurut Encep, pemahaman terkait wawasan kebangsaan berikut tujuan pemilu untuk melahirkan pemimpin harapan masyarakat diperlukan. Tujuannya, untuk menangkal isu-isu negatif yang kerap muncul menjelang penyelenggaraan pemilu.

Bakesbangpol bekerja sama sejumlah instansi terkait, pemangku kepentingan, serta elemen masyarakat melakukan edukasi dan sosialisasi berkelanjutan. Edukasi untuk segenap lapisan pemilih agar tidak terjebak pada situasi yang berpotensi mengganggu kesuksesan pemilu.

"Bahkan edukasi juga diberikan kepada para pelajar dengan mendatangi sekolah-sekolah. Kami berharap kalangan milenial ini menjadi garda depan menangkal isu negatif karena mereka melek teknologi," ucapnya.

Encep mengajak segenap masyarakat yang memiliki hak memilih untuk turut menyukseskan Pemilu 2024. Caranya, dengan datang langsung ke bilik pemungutan suara. Berikan suara agar tingkat partisipan pemilih Kabupaten Bekasi meningkat.

"Apalagi dalam Pemilu Tahun 2019 lalu, angka partisipasi pemilih Bekasi sudah mencapai 81 persen. Ini cukup tinggi. Semoga pemilu mendatang tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Bekasi tertinggi di Jawa Barat," katanya.

Encep juga minta masyarakat turut menciptakan suasana kondusif demi mewujudkan pemilu yang sukses, aman, damai, serta berkualitas. Ini semua demi kemajuan daerah dan negara menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.