Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Perundungan Lewat Sekolah Ramah Anak

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Cegah Perundungan Lewat Sekolah Ramah Anak Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. PERLINDUNGAN ANAK -- Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, dalam Media Talk Kemen PPPA, di Jakarta, Jumat (6/10).

JAKARTA - Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, memastikan pihaknya berkomitmen menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi anak. Tidak hanya akses, tapi juga terciptanya lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

"Pendidikan penting untuk melahirkan SDM Unggul dan SDM emas. Kita punya 79,7 juta anak yang akan menjadi penerus dan tumpuan," ujar Amurwani dalam Media Talk Kemen PPPA, di Jakarta, Jumat (6/10).

Dia menyebut, tingkat kekerasan terhadap anak cukup memprihatinkan dengan mayoritas korban merupakan anak perempuan. Di lingkungan satuan pendidikan, pelaku kekerasan didominasi oleh guru yaitu 34,74 persen dan teman atau pacar sebesar 27,39 persen.

Amurwani menjelaskan, pihaknya memiliki program Sekolah Ramah Anak (SRA) untuk mencegah hal tersebut. Ada 65.877 SRA di 344 kab/kota 34 provinsi. "SRA memberikan pemahaman terkait pentingnya pendidikan dan sosialisasi anti perundungan di satuan pendidikan. SRA juga menjadi salah satu indikator Kota/Kabupaten Layak Anak," tandasnya.

Perkuat Regulasi

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Praptono, menerangkan, pihaknya menerbitkan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Peraturan tersebut memberikan perlindungan dan penanganan lebih komprehensif dari peraturan sebelumnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan asesmen nasional tahun 2021, bahwa 24,4 persen peserta didik berpotensi untuk mengalami insiden perundungan. Selain itu, 22,4 persen peserta didik berpotensi mengalami kekerasan seksual dalam satuan pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.