Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

4 Potensi AI untuk Mengatasi Masalah Pendidikan di Indonesia

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hal ini tidak hanya membantu dalam memeratakan akses pendidikan di seluruh negeri, sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4, tetapi juga membuka peluang baru bagi pendidikan jarak jauh, pelatihan online, dan berbagai sumber pembelajaran yang dapat diakses secara global. Namun, tentu saja, hal ini membutuhkan komitmen dari pemerintah untuk menggalakkan pembangunan infrastruktur digital yang meratadi seluruh wilayah Indonesia.

3. Potensi ketersediaan guru

Banyak daerah di Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan guru yang berkualitas. Dalam konteks ini, kehadiran AI dapat memainkan peran sebagai guru virtual.

Dengan AI, siswa dapat memperoleh pengajaran yang berkualitas di manapun ia berada. Hal ini tentu saja dapat membantu siswa yang memiliki keterbatasan akses secara geografis untuk tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa harus menghadiri sekolah secara fisik.

4. Potensi mengurangi beban kerja guru

Ekosistem pendidikan di Indonesia kerap menggunakan rasio perbandingan antara guru dan siswa. Rasio 1:40, misalnya, berarti 1 guru akan mendampingi 40 siswa di kelas. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa guru tersebut mendampingi tidak hanya 40 anak. Terutama di daerah-daerah yang jumlah gurunya sedikit. Sehingga, beban kerja guru menjadi berlipat ganda semisal dalam hal evaluasi hasil pembelajaran.

Dalam konteks ini, AI dapat digunakan untuk menilai pekerjaan dan tugas siswa secara otomatis . Dengan kehadiran AI, guru dapat menghemat waktu dalam proses penilaian dan memberikan umpan balik dengan cepat dan tidak memihak kepada siswa. Sehingga, guru memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan bimbingan individual kepada siswa yang membutuhkan pendampingan ekstra.

Dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa AI memang memiliki berbagai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun kemajuan AI begitu mengagumkan, AI pada akhirnya hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Artinya, penggunaan AI tetap harus berada di dalam koridor yang benar dan di bawah kendali penuh penggunanya untuk mencegah kesalahan dan peluang kejahatan.The Conversation

Yogie Pranowo, Adjunct Associate Lecturer, Universitas Multimedia Nusantara

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.