Zealandia, Benua Kedelapan yang Tenggelam
📅 Kamis, 05 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoHal yang menentukan terjadi pada 2017, ketika para ilmuwan mengumpulkan beberapa bukti, termasuk data tentang jenis batuan yang dikandungnya dan ketebalan relatifnya lempeng samudra cenderung lebih tipis untuk menyatakan bahwa ini memang sebuah benua baru.
Ini bukan sekadar pecahan benua atau mikrokontinen, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, melainkan sebuah kenyataan, 95 persen di antaranya terendam di bawah air. Namun, meskipun terdapat kegembiraan atas penemuan benua baru dan penelitian intensif selama lebih dari satu dekade, ternyata masih banyak rincian tentang pembentukan awal Zealandia masih sulit dipahami.
Penguraian Rumit
Pada 2019, tim ilmuwan internasional memetakan geologi New Zealand selatan. Penelitian mereka mengungkapkan bahwa pada suatu saat, Zealandia telah terentang terkoyak oleh kekuatan tektonik, menipiskan benua dibandingkan lempeng benua biasa dan menciptakan retakan yang kemudian menjadi kerak samudra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam prosesnya, ia menjadi terpelintir dan ini membuat rekonstruksi sejarahnya untuk mendapatkan bentuk aslinya menjadi jauh lebih menantang. Analisis para peneliti terhadap batuan dari benua yang hilang mengungkapkan bahwa peregangan terjadi dalam dua tahap.
Yang pertama dimulai sekitar 89-101 juta tahun yang lalu, dan menyebabkan perpecahan yang menjadi Laut Tasman antara Australia dan New Zealand. Fase kedua dimulai 80-90 juta tahun yang lalu dan menyebabkan Zealandia memisahkan diri dari Antartika Barat dan menciptakan Samudra Pasifik.
Namun masih banyak misteri yang belum dapat dijelaskan dan separuh benua lainnya belum dipelajari secara mendetail.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk penelitian terbaru, kelompok penelitian lain yang melibatkan banyak ahli geologi yang sama seperti sebelumnya memetakan wilayah New Zealand utara. Kali ini, mereka menganalisis bebatuan yang dikeruk dari Fairway Ridge, wilayah Pasifik Selatan di lepas pantai Australia, yang merupakan ujung paling utara Zealandia.
Sisa-sisa kuno ini, yang tidak mengalami hari kering selama 25 juta tahun, termasuk campuran batuan beku yang terbentuk oleh proses vulkanik dan batuan sedimen yang terbentuk di cekungan dangkal di lepas pantai Zealandia. Dengan menganalisis kandungan kimia dan isotop radioaktifnya, para ilmuwan memperkirakan usia dan asal usulnya.
Yang tertua adalah kerikil yang berasal dari Kapur Awal (berusia sekitar 130-110 juta tahun), diikuti oleh batu pasir dari Kapur Akhir (berusia sekitar 95 juta tahun) dan basal yang relatif muda dari Eosen (berusia sekitar 40 juta tahun).
Peta Zealandia yang dihasilkan mengubahnya dari massa tanpa ciri menjadi tempat dengan banyak jalur geologi khas yang membentang di sepanjang wilayah tersebut dari barat laut hingga tenggara. Hal ini cocok dengan kondisi geologi Antartika bnarat seperti sebuah teka-teki, yang menegaskan bahwa wilayah ini dan Zealandia pernah menyatu.
Para peneliti telah mengungkap lebih banyak tentang bentangan benua kuno di dasar laut yang berlanjut selama jutaan tahun dan bahkan berubah arah yang menjadi sebuah benua ultra-tipis yang pada akhirnya tenggelam di dasar lautan.
Rahasia Zealandia pada akhirnya mulai mengungkap rahasianya satu per satu. Namun karena sebagian besar daratan misterius ini terendam air berkilo-kilometer, perlu waktu cukup lama untuk mengungkap semuanya. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!