6 Hal Wajib Dipahami tentang Antibiotik dan Resistensi Antibiotik
📅 Kamis, 05 Okt 2023, 13:25 WIB | Oleh: Tim PenulisSecara alami, bakteri memang memiliki kemampuan untuk terhindar dari efek obat antibiotik sebagai strategi alamiah untuk kelangsungan hidup mereka.
Makhluk dengan sel tunggal ini memiliki berbagai macam mekanisme untuk mengalahkan obat antibiotik, atau untuk menghindar dari dampak mematikan obat tersebut.
Salah satu strategi yang dimiliki oleh bakteri adalah mereka memproduksi enzim yang dapat merusak atau menurunkan khasiat senyawa antibiotik tersebut. Sebagai contoh, penisilin bisa terdegradasi oleh enzim betalaktamase yang diproduksi oleh bakteri.
Meskipun merupakan fenomena alami, penggunaan antibiotik yang serampangan bisa memperparah terjadinya fenomena kekebalan bakteri patogen terhadap antibiotik.
Sebaiknya Anda baca juga:
3. Industri farmasi tak tertarik bikin antibiotik
Pembuatan dan riset antibiotik baru kurang menarik bagi industri farmasi. Mengapa? Karena rendahnya peluang untuk mendapatkan profit bisnis yang besar.
Industri dapat menghabiskan lebih dari US$1 miliar (setara Rp15,6 triliun) untuk menghasilkan satu obat untuk dapat dipasarkan. Khusus antibiotik, biaya ini cenderung lebih mahal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di lain pihak, resistensi menyebabkan umur pakai obat antibiotik menjadi sangat pendek, sehingga biaya besar untuk riset tidak bisa ditanggulangi oleh profit yang rendah.
Hal ini berbeda dengan obat penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi yang bisa dan sering digunakan seumur hidup, sehingga industri dapat meraup keuntungan yang lebih besar. Akibatnya, investasi dalam pengembangan antibiotik menjadi sangat rendah.
Sebagai konsekuensi logis, industri farmasi tidak lagi melihat produksi obat antibiotik sebagai langkah bisnis yang menguntungkan.
4. Sedikit antibiotik baru
Seretnya riset dalam pengembangan dan produksi antibiotik menciptakan krisis baru.
Dalam 10 tahun terakhir, hanya ada beberapa antibiotik baru yang dinyatakan lolos uji klinis untuk dapat digunakan dalam pengobatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!