6 Hal Wajib Dipahami tentang Antibiotik dan Resistensi Antibiotik
📅 Kamis, 05 Okt 2023, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/UICC
Yori Yuliandra, Universitas Andalas
Dalam proyeksi yang cukup mengejutkan, para ahli telah memperkirakan sebuah kenyataan suram pada 2050: jumlah kematian tahunan akibat resistensi antibiotik akan mencapai 10 juta jiwa
Resistensi antibiotik adalah saat antibiotik tidak lagi mampu membunuh bakteri di tubuh sehingga bakteri terus berkembang biak dan sakit pasien makin parah, serta berakhir meninggal.
Angka kematian itu melampaui proyeksi kematian akibat kanker-dikenal sebagai penyakit ganas, mematikan, dan membutuhkan terapi yang rumit.
Antibiotik ditemukan pada 1928 dan mulai masif digunakan di dunia medis pada 1950-an.
Sebaiknya Anda baca juga:
Antibiotik telah menyelamatkan jutaan nyawa dari berbagai penyakit infeksi yang sering berakibat fatal akibat ketiadaan terapi yang efektif. Bahkan, Sir Alexander Fleming, penemu antibiotik pertama "penisilin" diberi hadiah nobel atas penemuannya.
Sayangnya, prediksi Fleming tentang resistensi antibiotik pada akhirnya menjadi kenyataan. Tidak menunggu lama, beberapa obat antibiotik yang berhasil ditemukan dan dikembangkan dalam periode 1950-1960 mengalami resistensi akibat penggunaan berlebihan.
Dampaknya, penyakit infeksi yang sebelumnya dapat disembuhkan dengan obat-obat ini menjadi lebih sulit untuk diatasi. Setidaknya ada enam hitam-putih seputar terkait resistensi antibiotik yang perlu kita pahami.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Resistensi antibiotik berdampak kepada semua orang
Resistensi antibiotik bukan hanya ancaman bagi mereka yang salah menggunakan antibiotik dan bagi mereka yang sedang menderita penyakit infeksi. Siapapun bisa terkena dampaknya, termasuk mereka yang sebelumnya tidak pernah menderita penyakit infeksi seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, dan lainnya.
Selain karena penyakit infeksi bisa terjadi pada siapa saja, antibiotik juga merupakan kebutuhan esensial dalam beberapa jenis penanganan dan pengobatan di rumah sakit.
Antibiotik tidak hanya digunakan dalam mengobati infeksi, tapi juga diperlukan dalam kasus lain. Misalnya pada penanganan pasca operasi, kemoterapi atau pengobatan kanker, dan transplantasi organ.
Dengan kata lain, obat antibiotik yang efektif adalah kebutuhan kita semua dalam berbagai skenario pengobatan.
2. Resistensi antibiotik adalah fenomena alami
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!