Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gletser Swiss Mencair Lebih Cepat, 10 Persen Volumenya Hilang dalam 2 Tahun

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 15:09 WIB | Oleh:
Gletser Swiss Mencair Lebih Cepat, 10 Persen Volumenya Hilang dalam 2 Tahun Doc: AP/Matthias Schrader
Ket. Ahli glasiologi ETH (Institut Teknologi Federal Swiss) dan kepala jaringan pengukuran Swiss Glamos, Matthias Huss, memeriksa ketebalan Gletser Rhone dekat Goms, Swiss, 16 Juni 2023.

JENEWA - Panel Akademi Ilmu Pengetahuan Swiss melaporkan percepatan pencairan gletser yang dramatis di negara pegunungan Alpen tersebut. Gletser di Swiss telah kehilangan 10 persen volume esnya hanya dalam dua tahun setelah musim panas yang tinggi dan volume salju yang rendah di musim dingin.

Dilaporkan Associated Press, Swiss, negara dengan jumlah gletser terbanyak di Eropa, kehilangan 4 persen dari total volume gletser pada tahun 2023, penurunan terbesar kedua dalam satu tahun setelah penurunan sebesar 6 persen pada tahun 2022, pencairan terbesar sejak pengukuran dimulai, kata komisi akademi untuk observasi kriosfer.

Para ahli di pusat pemantauan gletser GLAMOStelah mewaspadai kemungkinan terjadinya pencairan es yang ekstrem tahun ini di tengah tanda-tanda peringatan dini terkait 1.400 gletser di negara tersebut, dan jumlah itu kini semakin berkurang.

"Percepatannya sangat dramatis, jumlah es yang hilang hanya dalam waktu dua tahun sama banyaknya dengan jumlah es yang hilang antara tahun 1960 dan 1990," kata panel akademi tersebut. "Dua tahun berturut-turut yang ekstrem telah menyebabkan runtuhnya lidah gletser dan hilangnya banyak gletser yang lebih kecil."

Matthias Huss, kepala GLAMOS, yang berpartisipasi dalam penelitian ini, mengatakan dalam sebuah wawancara, Swiss telah kehilangan hingga 1.000 gletser kecil, dan "sekarang kita mulai kehilangan gletser yang lebih besar dan lebih penting."

"Gletser adalah duta perubahan iklim.Mereka memperjelas apa yang terjadi di luar sana karena mereka merespons dengan cara yang sangat sensitif terhadap pemanasan suhu," katanya."Studi ini sekali lagi menggarisbawahi bahwa ada urgensi besar untuk bertindak sekarang jika Anda ingin menstabilkan iklim, dan jika Anda ingin menyelamatkan setidaknya sebagian gletser."

Tim tersebut mengatakan "hilangnya es secara besar-besaran" akibat musim dingin dengan volume salju yang sangat sedikit - yang jatuh di atas gletser dan melindunginya dari paparan sinar matahari langsung - dan suhu musim panas yang tinggi.

Seluruh Swiss - tempat Pegunungan Alpen - terkena dampaknya, dan gletser di wilayah selatan dan timur mencair hampir secepat rekor pencairan yang tercatat pada 2022.

"Pencairan beberapa meter diukur di (wilayah) Valais selatan dan lembah Engadin pada ketinggian di atas 3.200 meter (10.500 kaki), ketinggian di mana gletser hingga saat ini masih mempertahankan keseimbangannya," kata tim tersebut.

Rata-rata hilangnya ketebalan es mencapai 3 meter di tempat-tempat seperti Gletser Gries di Valais, Gletser Basòdino di wilayah selatan Ticino, dan sistem gletser Vadret Pers di Graubuenden timur.

Situasi di beberapa bagian tengah Bernese Oberland dan Valais tidak sedramatis itu - seperti di Gletser Aletsch di Valais dan Gletser Plaine Morte di kanton Bern, karena wilayah tersebut menikmati lebih banyak hujan salju di musim dingin.Namun bahkan di daerah seperti itu, "kehilangan rata-rata ketebalan es lebih dari 2 meter sangatlah tinggi," kata tim tersebut.

Kedalaman salju yang diukur pada paruh pertama bulan Februari umumnya lebih tinggi dibandingkan musim dingin tahun 1964, 1990, atau 2007, yang juga ditandai dengan curah salju yang rendah, kata tim tersebut.Namun tingkat salju turun ke rekor terendah baru pada paruh kedua bulan Februari, hanya mencapai sekitar 30 persen dari rata-rata jangka panjang.

Lebih dari separuh stasiun pemantauan otomatis di atas ketinggian 2.000 meter yang telah beroperasi setidaknya selama seperempat abad mencatat tingkat salju terendah pada saat itu.

Setelah itu, bulan Juni yang sangat hangat menyebabkan salju mencair dua hingga empat minggu lebih awal dari biasanya, dan hujan salju di pertengahan musim panas mencair dengan sangat cepat, kata tim tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.