Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Fed Berpeluang Naikkan FFR

📅 Senin, 25 Sep 2023, 11:57 WIB | Oleh:
The Fed Berpeluang Naikkan FFR Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed diperkirakan mempunyai ruang untuk kembali ke jalur normalisasi moneter melalui instrumen kenaikan suku bunga acuan. Faktor inflasi tinggi masih menjadi pertimbangan the Fed menaikkan bunga acuan di sisa waktu tahun ini.

Ekonom Senior Bank Mandiri, Faisal Rachman, memproyeksikan Bank Sentral AS (the Fed) akan meningkatkan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) di tingkat 5,75 persen pada sisa akhir 2023.

"Proyeksi FFR untuk tahun ini tetap sebesar 5,75 persen, sejalan dengan proyeksi Juni. Namun, diperkirakan meningkat menjadi 5,25 persen pada 2024, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,75 persen," kata Faisal, di Jakarta, Sabtu (23/9).

Dalam pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC), pada Rabu (20/9), the Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,25-5,50 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 22 tahun terakhir. Hal tersebut mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga tambahan di akhir tahun karena inflasi yang terus berlanjut.

The Fed menekankan keputusannya akan bergantung pada penilaian berkelanjutan terhadap data yang masuk dan perkembangan prospek ekonomi serta risiko terkait.

Faisal memandang terdapat prospek yang lebih optimistis terhadap pertumbuhan produk domestik bruto AS pada 2023, yang kini diperkirakan mencapai 2,1 persen, serta memprediksi sebesar 1,5 persen pada 2024.

Dalam mengatasi inflasi juga diperkirakan memerlukan periode pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata dan kondisi pasar tenaga kerja yang moderat.

Faisal menilai ke depan, the Fed siap menaikkan suku bunganya lebih lanjut jika dianggap perlu dan bermaksud untuk mempertahankan kebijakannya pada tingkat yang restriktif hingga yakin bahwa inflasi secara konsisten bergerak menuju target 2 persen.

"Dibandingkan dengan Summary of Economic Projections, median proyeksi suku bunga the Fed pada akhir tahun ini tidak berubah, namun meningkat sebesar 50 bps pada dua tahun berikutnya," ujar Faisal.

Lebih lanjut, menurutnya, saat ini the Fed memandang kebijakan moneter saat ini bersifat restriktif, sehingga memberikan tekanan pada aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi.

Berdasarkan indikator-indikator saat ini yang menunjukkan adanya ekspansi yang kuat dalam aktivitas ekonomi, melampaui ekspektasi pertumbuhan PDB riil tahun ini, khususnya belanja konsumen telah menunjukkan kekuatan yang besar.

Dari sisi domestik Indonesia, Faisal memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga atau BI-7DRRR pada level 5,75 persen hingga sisa tahun 2023 untuk menjaga stabilitas.

Laju inflasi Indonesia menurun dan saat ini berada dalam kisaran sasaran 2-4 persen. Dia menilai inflasi akan terus menurun dan tetap berada dalam kisaran target hingga akhir 2023.

Pro Pertumbuhan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.