Waspada, Kenaikan Harga Beras Berpotensi Jadi Bola Panas
📅 Jumat, 22 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiBustanul juga mendorong agar Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah (pemda) bahu-membahu melakukan percepatan tanam di lahan-lahan yang mengandalkan irigasi teknis dan perpompaan sehingga meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
Bulog pun harus lebih taktis dalam manajemen stok dan pengadaan dalam negeri, apalagi Bulog bersaing dengan industri beras swasta besar yang membeli beras petani dengan harga cukup tinggi. "Psikologi pasar harus dirawat," papar Bustanul.
Terakhir, pemerintah juga perlu melanjutkan bantuan pangan langsung hingga November untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga beras.
Secara terpisah, Guru Besar Ilmu Sosiologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan untuk mencegah konflik sosial akibat ketidakpuasan masyarakat berpenghasilan rendah, atas kenaikan berbagai harga komoditas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika pembangunan yang dilakukan pemerintah hanya terpusat pada satu titik saja maka tidak menutup kemungkinan ekonomi masyarakat desa akan semakin ketinggalan. Pemerintah harus melangkah lebih jauh lagi dengan memberdayakan penduduk desa. Mereka harus memperoleh perlakuan yang adil dalam penghargaan komoditas yang dihasilkan. Jangan sampai mereka jadi petani, tapi susah karena harga komoditas nonpertanian lebih tinggi," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!