Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terlalu Optimistis, APBN Belum Perhitungkan Faktor Eksternal

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Terlalu Optimistis, APBN Belum Perhitungkan Faktor Eksternal Doc: ISTIMEWA
Ket. BHIMA YUDISTHIRA Direktur Celios - Asumsi inflasi 2,8 persen juga menjadi catatan karena kecenderungan inflasi naik ke 4 sampai 4,5 persen di 2024.

JAKARTA - DPR dalam rapat paripurna di Jakarta, Kamis (21/9), menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Ketua DPR, Puan Maharani, yang memimpin sidang paripurna mengatakan dalam UU APBN 2024, pemerintah dan DPR RI menyepakati asumsi dasar makro di mana pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,2 persen, inflasi 2,8 persen, nilai tukar rupiah 15.000 rupiah per dollar AS, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,7 persen, harga minyak mentah (ICP) 82 dollar AS per barel, serta lifting minyak 635 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 1,033 juta barel setara minyak per hari.

Selain asumsi makro juga disepakati sasaran indikator pembangunan 2024, yang meliputi tingkat kemiskinan 6,5 persen hingga 7,5 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,0 persen hingga 5,7 persen, tingkat kemiskinan ekstrem 0 persen hingga 1 persen, rasio gini 0,374 hingga 0,3777, Indeks Pembangunan Manusia 73,99 hingga 74,02, nilai tukar petani 105 hingga 108, serta nilai tukar nelayan 107 hingga 110.

Pendapatan negara dalam APBN tahun 2024 direncanakan sebesar 2.802,3 triliun rupiah, yang bersumber dari penerimaan perpajakan 2.309,9 triliun rupiah dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 492,0 triliun rupiah.

Sementara itu, belanja negara dalam APBN Tahun 2024 direncanakan sebesar 3.325,1 triliun rupiah, yang dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat 2.467,5 triliun rupiah serta transfer ke daerah sebesar 857,6 triliun rupiah.

Dengan demikian, defisit APBN 2024 ditetapkan sebesar 2,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai 522,8 triliun rupiah.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, yang diminta pandangannya mengatakan target APBN 2024 tidak menantang dan pemerintah hanya cari aman.

"Target APBN tidak challenging karena target yang ditetapkan hanya beda tipis dengan angka capaian kondisi sekarang," kata Esther.

Menurut dia, target seharusnya ke arah lebih baik, misalnya pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, ketimpangan ekonomi lebih kecil dari angka sekarang. "Kalau target yang dipasang sekarang beda tipis, ya buat apa," katanya.

Bahan Baku

Sementara itu, Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi terlalu optimistis dan kurang mempertimbangkan aspek pelemahan harga komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO), lalu gejolak ekonomi di Tiongkok, hingga ancaman El Nino yang mempengaruhi inflasi dan permintaan domestik.

"Asumsi inflasi juga menjadi catatan karena kecenderungan inflasi naik ke 4 sampai 4,5 persen di 2024. Pemilu akan dorong inflasi ditambah sisi pangan dan disrupsi rantai pasok yang berimbas ke biaya bahan baku," papar Bhima.

Untuk menjaga kurs rupiah di kisaran 15.000 per dollar AS, BI dan pemerintah harus extra effort memulangkan devisa hasil ekspor dan perbesar porsi mata uang lokal dalam ekspor-impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.