Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah AS Hadapi Risiko 'Shutdown' yang Makin Besar

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 02:20 WIB | Oleh:
Pemerintah AS Hadapi Risiko 'Shutdown' yang Makin Besar Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Ket. Ancaman “Shutdown” I Seorang petugas polisi berjaga dekat Gedung Capitol di Washington DC, saat pemerintah AS mengalami penutupan (shutdown) pada akhir Desember 2018 lalu. Kemungkinan terjadinya penutupan pemerintah AS saat ini makin besar setelah Kongres mengalami kebuntuan untuk menyetujui rancangan undang-undang pengeluaran jangka pendek.

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) tinggal kurang dari dua pekan lagi menghadapi kemungkinan penutupan pemerintahan dan pertaruhannya semakin besar ketika para anggota parlemen berjuang untuk menyetujui rancangan undang-undang pengeluaran jangka pendek.

Beberapa rancangan undang-undang anggaran saat ini sedang dibahas di Washington DC, namun tidak ada satu pun yang memiliki cukup suara untuk disetujui baik oleh Senat yang mayoritas berasal dari Partai Demokrat maupun Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai Partai Republik.

Anggota parlemen memiliki waktu hingga tengah malam pada tanggal 30 September untuk mencapai kesepakatan, sebelum pendanaan untuk layanan pemerintah akan habis.

Penutupan pemerintahan menimbulkan risiko keuangan bagi ratusan ribu pekerja yang mungkin dipulangkan tanpa bayaran karena taman, museum, dan properti federal lainnya akan ditutup.

Meskipun para pembuat kebijakan pada umumnya ingin menghindari situasi ini, beberapa pendukung mantan Presiden Donald Trump sejauh ini menentang setiap rancangan undang-undang yang dibahas.

"Dalam waktu kurang dari dua pekan sebelum akhir tahun fiskal, anggota DPR dari Partai Republik yang ekstrem memainkan permainan partisan terhadap kehidupan masyarakat," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada Selasa (19/9).

Shutdown yang akan terjadi ini menandai kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir bahwa negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut menghadapi kemacetan keuangan. Pada Juni lalu, AS berhasil menghindari kemungkinan terjadinya gagal bayar (default) utang, karena para senator AS memilih untuk menangguhkan batas utang federal setelah beberapa pekan melakukan negosiasi yang melelahkan.

Defaultmerupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun AS pernah mengalami periode penutupan (shutdown) sebelumnya, termasuk periode 35 hari dari akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, yang merupakan periode terpanjang dalam sejarah Amerika.SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.