Tangkal Hoax di Bidang Kesehatan Dokter Didorong Jadi Kreator Konten
📅 Rabu, 20 Sep 2023, 20:23 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Semakin berkembangnya penggunaan platform media sosial serta masih maraknya konten hoaks menjadi tantangan. Melihat hal tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang didukung oleh Danone Indonesia melakukan inisiatif program edukasi untuk meningkatkan literasi digital, khususnya bagi para dokter di Indonesia.
Edukasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan antara pelayanan kesehatan dan komunikasi digital. Program edukasi yang bertajuk "DigiDoc Workshop: Elevate Doctor Personal Brand With Digital Training," yang berlangsung selama 3 bulan sejak Juni hingga September 2023.
"Tujuan dari edukasi ini untuk mendukung dan membekali dokter umum dan spesialis dengan keterampilan dan pengetahuan untuk menjadi content creators dalam hal memberi pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Ulul Albab, Sp.OG melalui keterangan tertulis Rabu (20/9).
Ia memaparkan tren jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut telah mendorong peningkatan jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai mencapai 167 juta orang.
Diproyeksikan, jumlah tersebut akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2026, mencapai sekitar 81,82 persen dari total pengguna. Tren peningkatan penggunaan internet tentunya akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi, baik untuk kepentingan edukasi, kesehatan, maupun hiburan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan We are Social berjudul Indonesian Digital Report 2023 menyebutkan, sebanyak 83,2 pesen atau 8 dari 10 orang Indonesia beralasan menggunakan internet untuk menemukan informasi. Laporan Populix berjudul Social Media Habit and Internet Safety (2022) menyebutkan sebesar 79 persen masyarakat di Indonesia mengakses media sosial untuk melihat informasi terbaru.
Melihat kebutuhan masyarakat yang tinggi dalam mencari informasi melalui internet dan media sosial tentunya perlu menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan seperti dokter untuk menjadi peluang menyampaikan pesan-pesan kesehatan yang edukatif kepada masyarakat sesuai dengan kapasitas dan keahlianya masing-masing.
"Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari adanya hoaks atau salah informasi di masyarakat terkait suatu isu kesehatan," kata dr. Ulul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, media sosial bukan hanya bisa dimanfaatkan sekedar untukposting contentyang menghibur, namun juga bisa dioptimalkan untuk menghasilkan dan menyebarkan informasi kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu, Dokter harus bisa memanfaatkan teknologi digital, karena pada era sekarang ini lebih banyak pasien yang aktif di media sosial untuk mencari referensi informasi.
Hal inilah yang mendorong IDI yang didukung oleh Danone Indonesia untuk menghadirkan program DigiDoc Workshop yang diharapkan dapat memberdayakan para dokter dalam memanfaatkan kekuatan media sosial untuk pendidikan kesehatan di Indonesia.
"Kami juga sangat mengapresiasi dukungan Danone Indonesia dalam program DigiDoc Workshop ini dan berharap kedepannya akan lebih banyak lagi dokter di Indonesia yang bisa terjangkau program ini," lanjut dr.Ulul.
Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., mengatakan, bagi perusahaan industri tidak bisa berjalan sendiri, perlu ada kolaborasi dengan asosiasi profesi seperti IDI untuk bisa membawa kebaikan bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya menyambut baik untuk bisa bermitra dengan IDI dalam memanfaatkan platform media sosial untuk berkreasi dan mengedukasi melalui pesan kesehatan bagi masyarakat yang sangat efektif dan mudah dipahami masyarakat.
"Kami mengharapkan program ini dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi di bidang digital dalam rangka pembangunan industri kreatif dan menyampaikan banyak pesan kesehatan yang berguna bagi masyarakat di Indonesia. Sehingga harapannya kita menciptakan generasi emas Indonesia di tahun 2045."
Program DigiDoc Workshop telah mewadahi lebih dari 20 dokter di Indonesia dalam memanfaatkan platform digital. Para peserta mengikuti serangkaian pelatihan selama 3 bulan dengan dibekali berbagai materi menarik di masing-masing sesi pelatihan untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menjadi content creator di bidang kesehatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!