Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asesmen Nasional Perluas Penilaian Pendidikan

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Asesmen Nasional Perluas Penilaian Pendidikan Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. ASESMEN NASIONAL-- Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, dalam diskusi bersama awak media, di Jakarta, Senin (18/9). Kemendikbudristek sejak tahun 2021 mulai melaksanakan Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sejak tahun 2021 mulai melaksanakan Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Selain melakukan asesmen terhadap siswa, AN juga menjadi instrumen evaluasi guru, sekolah, bahkan pemerintah daerah (Pemda) untuk sektor pendidikan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, mengatakan, AN telah memperluas penilaian pendidikan. Sebagai contoh, sebelum ada AN, Pemda belum pernah dinilai pendidikannya oleh pemerintah pusat.

"Mulai tahun ini pemda dinilai keberhasilan pendidikannya berdasarkan kualitas, bukan hanya input dan akses seperti ketersediaan ATK, sarana dan prasarana saja. Ini reform yang luar biasa besar, untuk pertama kalinya dinilai apakah sekolah mereka cukup berkualitas," ujar Anindito kepada awak media di Jakarta, Senin (18/9).

Dia memastikan, AN sudah menjadi input dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pemda, khususnya sektor pendidikan. Dia menyebut, sedikit sekali daerah yang SPM-nya hijau atau bernilai tinggi dari segi kualitas pendidikan.

Anindito memaparkan, ada tiga aspek yang membuat SPM Pemda mendapat nilai tinggi yaitu; tingginya literasi dan matematika murid; sekolah yang aman dari perundungan; kesenjangan antara sekolah fafvorit dan lainnya kecil. Menurutnya, bisa saja ada dua daerah memiliki skor rata-rata sama tinggi, tapi satu di antaranya memilikk kesenjangan pendidikan yang tinggi.

"Jadi ada daerah fokus untuk meningkatkan kualitas satu sekolah sehingga menjadi favorit, ada daerah yang fokus meningkatkan semua sekolah. Kita ingin agar sekolah mengangkat nilai rata-ratanya fokus pada yang dibutuhkan," jelasnya.

Anindito mengungkapkan, kebijakan pemerintah pusat tidak akan bisa menyentuh murid, namun bisa menyentuh kepala sekolah dan guru.

Dia menerangkan, AN berbeda dengan UN yang mengukur pemahaman kelas 1-3 SMA. AN mengukur kemampuan bernalar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

41 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.