Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti NTU Mengembangkan Cara Daur Ulang Plastik yang Rendah Karbon

📅 Senin, 18 Sep 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Peneliti NTU Mengembangkan Cara Daur Ulang Plastik yang Rendah Karbon Doc: Istimewa
Ket. Pemimpin proyek tersebut, Soo Han Sen, memegang sebotol larutan dengan plastik terlarut dan katalis vanadium.

SINGAPURA - Para ilmuwan dari Nanyang Technological University (NTU) baru-baru ini mengembangkan cara baru untuk mendaur ulang plastik dan styrofoam, dan bahkan pipa limbah PVC dengan lebih efisien karena meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil.

Dikutip dari The Straits Times, tim peneliti menggunakan cahaya dan fotokatalis komersial yang mudah didapat, zat yang mempercepat reaksi kimia, untuk memecah ikatan polimer yang membandel pada plastik.

Asam yang terbentuk selama proses baru ini dapat digunakan dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan seperti hidrogen.

Pemimpin proyek, Soo Han Sen, menyebut proses tersebut sebagai upcycling dan bukan daur ulang. Daur ulang sebagian besar mengacu pada daur ulang mekanis, yang mengurangi daya tahan plastik. Daur ulang plastik mekanis adalah proses pemulihan sampah melalui pemilahan, pencucian, pengeringan, penggilingan, dan granulasi ulang.

Langkah pemrosesan terakhir adalah peracikan, setelah itu bahan plastik daur ulang dapat dimasukkan ke dalam proses produksi.

Sebaliknya, dalam teknologi yang dikembangkan oleh para ilmuwan NTU dan saat ini sedang dalam proses paten, asam format, asam asetat, dan asam benzoat dapat diproduksi untuk digunakan dalam pembuatan bahan kimia lain untuk sel bahan bakar dan pembawa hidrogen organik cair atau liquid organic hydrogen carriers (LOHC).

Karena hidrogen jarang ditemukan dalam bentuk gas, LOHC dapat menyerap hidrogen untuk transportasi yang lebih aman sebelum dibakar untuk menghasilkan energi.

Tim peneliti saat ini sedang mencari kolaborator industri untuk mengkomersialkan teknologi tersebut.

Soo mengatakan bahwa sektor energi sedang menjajaki bagaimana LOHC dapat memainkan peran penting dalam pengembangan energi ramah lingkungan, mengingat kemampuannya untuk menyimpan dan mengangkut gas hidrogen dengan lebih aman.

"Saat ini, bahan kimia yang dihasilkan dari cara daur ulang baru ini akan lebih mahal dibandingkan jika dihasilkan dari bahan bakar fosil," kata Soo.

Teknologi ini berpotensi menggunakan fotokatalis yang berbeda untuk menghasilkan bahan kimia khusus yang bernilai lebih tinggi untuk wewangian dan cat. Fotokatalis adalah bahan yang mengubah laju reaksi kimia ketika terkena cahaya.

Lebih banyak penelitian dan pengembangan sedang dilakukan untuk menjadikan teknologi ini lebih efisien, sehingga dalam lingkungan komersial, berton-ton sampah plastik dapat diproses dalam waktu beberapa jam atau hingga satu hari.

Saat ini diperlukan waktu hingga enam hari untuk memproses sampah plastik, teknologi daur ulang kimia baru ini menggunakan pelarut organik diklorometana untuk melarutkan plastik dan membubarkan rantai polimer.

Fotokatalis kemudian dimasukkan ke dalam larutan sebelum dipompa melalui tabung transparan dalam spiral datar untuk oksigen dan lampu LED untuk memecah plastik. Tidak diperlukan panas tambahan, karena larutan fotokatalis dapat bereaksi pada suhu kamar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.