Atasi Perubahan Iklim, Yunani Gelontorkan Dana Tambahan
📅 Minggu, 17 Sep 2023, 14:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Sakis Mitrolidis
ATHENA - Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis pada Sabtu (16/9) mengumumkan tambahan dana sebesar 300 juta euro untuk mengatasi dampak perubahan iklim, mengakui skala krisis yang dihadapi negara tersebut.
Kebijakan itu diambil ketika jumlah korban tewas akibat banjir yang melanda negara itu minggu lalu mencapai 17 orang, termasuk dua turis Austria.
"Yunani sedang menghadapi perang di masa damai," kata Mitsotakis dalam pidatonya di kota utara Thessaloniki.
"Selama periode dua minggu, kami mengalami kebakaran hutan terburuk dan banjir terburuk dalam sejarah kami," tambahnya.
"Krisis iklim telah terjadi dan memaksa kita untuk melihat segala sesuatunya secara berbeda," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rekonstruksi infrastruktur merupakan hal yang mendesak, kata Mitsotakis, dan mengumumkan tambahan dana khusus sebesar 300 juta euro untuk mengatasi dampak perubahan iklim, sehingga totalnya mencapai 600 juta euro.
Dana tambahan tersebut akan berasal dari peningkatan biaya akomodasi yang dibebankan kepada wisatawan, terutama di hotel-hotel yang sangat mahal," tambahnya.
Korban tewas akibat Badai Daniel yang melanda wilayah tengah Thessaly, bertambah menjadi 17 orang, Kantor Berita Athena melaporkan, Sabtu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tes laboratorium DNA mengonfirmasi dua jenazah yang ditemukan pekan lalu adalah pasangan Austria yang hilang selama lebih dari seminggu, kata sumber kepolisian.
Ternak dan Tanaman Hancur
Banjir di wilayah Thessaly yang disebabkan Badai Daniel juga menenggelamkan 110.000 hewan ternak dan menyapu bersih seperempat produksi pertanian tahunan Yunani, kata para ahli.
Sebelumnya, Yunani bagian timur laut mengalami kebakaran dahsyat selama dua minggu di Taman Nasional Dadia.
Kerusakan di sana mencakup hampir setengah dari total wilayah yang terbakar akibat kebakaran hutan sejak awal musim panas di Yunani, menurut layanan iklim Eropa Copernicus.
Kebakaran di Yunani pada musim panas ini menewaskan sedikitnya 26 orang, sebagian besar adalah migran yang terjebak di hutan dekat perbatasan timur laut dengan Turki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!