Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepertiga Tanah di Bumi Rusak, Saatnya Pemerintah Dunia Bertindak

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 12:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sepertiga Tanah di Bumi Rusak, Saatnya Pemerintah Dunia Bertindak Doc: miraclegro
Ket. Ilustrasi tanah.

Yuen Yoong Leong, Sunway University

Tanah yang kita jejaki ini merupakan bukan benda mati. Tanah adalah ruang kehidupan-rumah bagi begitu banyak mikroba di Bumi, yang bertanggung jawab terhadap sejumlah proses penting seperti penguraian dan kesehatan tumbuhan.

Komponen organik dalam tanah, seperti humus (dari hasil penguraian hewan maupun tumbuhan), berperan penting menjaga struktur tanah. Humus menjadi agen pengikat partikel dalam tanah. Sama halnya dengan dinding dalam suatu bangunan, tanah yang sehat merupakan struktur yang menjadi kanal-kanal pengaliran air. Kanal ini menjaga tanah dari erosi, sekaligus menjadi habitat makhluk hidup.

Tanah yang sehat juga memungkinkan manusia mendapatkan makanan yang aman dan bernutrisi. Kesehatan tanah juga penting bagi para petani dan masyarakat adat di negara-negara berkembang.

Sayangnya, lebih dari sepertiga tanah di Bumi saat ini rusak, alias menghadapi masalah pengerasan tanah, erosi, kemerosotan nutrisi, dan naiknya keasaman tanah.

Kerusakan tanah dapat mengakibatkan seretnya hasil panen dan penurunan kualitas makanan. Pasokan air dalam tanah juga bisa berkurang sehingga risiko kekeringan semakin bertambah. Bukan hanya itu, banjir juga berisiko terjadi karena tanah kehilangan kemampuan untuk menahan dan menyaring air.

Artikel ini akan menjelaskan faktor-faktor utama di balik kerusakan tanah, sekaligus alasan mengapa pemerintah di seluruh dunia harus lebih mengupayakan pelestarian sumber daya ini.

Para perusak tanah

Industri pertanian global menggunakan pupuk secara berlebihan. Akibatnya, ekosistem mikroba dalam tanah rusak. Praktik berlebihan ini juga meningkatkan ketergantungan industri pertanian terhadap pupuk dan pestisida yang mahal.

Praktik pertanian modern untuk komoditas tertentu seperti jagung dan kentang juga lebih sering mendahulukan jumlah produksi dengan memakai pupuk nitrogen berlebihan. Pupuk ini menyebabkan terlepasnya dinitrogen oksida-gas rumah kaca yang lebih kuat memerangkap panas di atmosfer 300 kali lipat dibandingkan karbon dioksida.

Selain itu, praktik perladangan agresif seperti pembajakan tanah dengan alat berat juga naik signifikan dalam satu dekade belakangan. Parktik ini menghancurkan unsur-unsur organik sehingga merusak keberagaman hayati dalam gumpalan tanah.

Aktivitas manusia juga mengakibatkan tekanan berlebihan terhadap sumber daya tanah. Saat ini, sumber daya tanah sudah memasuki titik nadir keselamatannya yang tak hanya membahayakan keberagaman hayati, tapi juga mengganggu pasokan pakan yang berisiko menjerumuskan jutaan orang dalam kemiskinan.

Kesuburan tanah berarti kelestarian bumi

Studi oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) tahun 2020 menyatakan, tanah dan kawasan yang sehat dapat meningkatkan ketangguhan tanaman menghadapi dampak perubahan iklim seperti kekeringan ataupun banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

41 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.