Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MIND ID Perkuat Asean Jadi Sentra Pengembangan Kendaraan Listrik Global

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 15:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
MIND ID Perkuat Asean Jadi Sentra Pengembangan Kendaraan Listrik Global Doc: Istimewa.
Ket. Ilistrasi - Logo Mind Id

JAKARTA - Rencana Holding BUMN Pertambangan MIND ID membangun pabrik baterai kendaraan listrik berkapasitas 15 Giga Watt (GW) pada 2027 menjadi momentum bagi Asean menjadi sentra pengembangan kendaraan listrik global.

KTT ke-43 Asean yang baru saja digelar pada 5-7 September lalu di Jakarta setidaknya menjadi ajang untuk menyatukan gagasan semua pemimpin di Asia Tenggara untuk menjadikan kawasan ini menjadi epicentrum of growth, khususnya bagi pengembangan kendaraan listrik.

Asean bisa menjadi sentra pengembangan kendaraan listrik global jika semua negara anggota saling integrasi, terlebih lagi dengan rencana MIND ID tersebut. Sekiranya bisa dikawinkan dengan potensi yang dimiliki oleh negara negara di Asean lainnya.

"Selama ini, potensi tersebut belum dioptimalkan sehingga transisi energi terlalu bergantung pada Tiongkok dan Barat," ucap Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira kepada Koran Jakarta, Kamis (14/9).

Sesama negara Asean sebetulnya bisa menempatkan diri sebagai basis produksi kendaraan listrik yang penting dalam rantai pasok global. Itu terwujud apabila antaranegara Asean saling terintegrasi dalam pengembangan kendaraan listrik di kawasan.

Bhima mencontohkan Vietnam memiliki industri perakitan sendiri dan mobil nasional VinFast untuk kendaraan listrik. Kemudian, ada juga Malaysia dan Thailand yang sudah lama bergelut di sektor otomotif, sementara untuk produksi baterai kendaraan listrik bisa dari Indonesia melalui pabrik MIND ID.

Indonesia mempunyai nikel bisa menjadi satu integrasi rantai pasok. Karenanya, antarnegara Asean sendiri bisa saling melengkapi tanpa harus bergantung pada Tiongkok ataupun negara Barat terkait pembiayaan.

Indonesia dan negara lain Asean harus mempunyai keberpihakan secara jelas terkait menguatnya konflik di laut Tiongkok Selatan setelah Tiongkok mengeluarkan peta sendiri yang bisa menambah ketegangan di kawasan tersebut.

"Indonesia harus punya balance of power juga. Jangan cepat tergoda oleh Tiongkok soal hilirisasi, nilai tambahnya banyak ke mereka, begitu juga soal pinjaman. Balance of power itu tidak berarti harus dekat ke Barat tetapi lebih dekat lagi terhadap negara negara Intra Asean," jelas Bhima.

Arah Asean merupakan center of growth maka harus bebas aktif, terutama tidak menjadi proxy dari kepentingan negara negara Barat versus Tiongkok dan Russia atau kepentingan kepentingan yang membuat kekacauan pada kerja sama di Asean. Indonesia mesti konsen para perdagangan di dalam kawasan

Dalam gelaran KTT ke-43 Asean, Presiden Joko Widodo mengatakan kesatuan dan sentralitas Asean merupakan kunci utama untuk menghadapi besarnya tantangan dunia pada saat ini. Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong agar Asean bekerja lebih keras dan kompak menuju arah Asean sebagai pusat pertumbuhan.

Strategi Taktis

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.