Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengobatan Evolusioner untuk Atasi Kanker

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Ketika seorang pasien menerima terapi obat, misalnya, hal itu menimbulkan tekanan selektif baru yang menyingkirkan sel-sel yang paling rentan terhadap pengobatan. Mereka yang kurang rentan, atau bahkan kebal dari efek pengobatan, akan bertahan hidup dan mewariskan sifat genetiknya ke sel berikutnya.

Hal menyebabkan terapi kanker yang sangat sukses pada akhirnya akan berhenti bekerja pada banyak pasien. Pasalnya sel-sel kanker menjadi resisten terhadap pengobatan dan kemudian populasinya tumbuh secara tidak terkendali.

"Dapat dikatakan bahwa penyakit ini adalah penyebab langsung kematian pada sebagian besar pasien," kata Robert Gatenby, salah satu direktur Pusat Keunggulan Terapi Evolusioner di Moffitt Cancer Center, Florida, AS.

Melalui kacamata pemikiran evolusi, laboratorium Gatenby mengembangkan dua strategi berbeda untuk mengatasi kanker yaitu terapi adaptif dan terapi kepunahan. Terapi adaptif bertujuan untuk mengendalikan penyebaran kanker daripada mencoba menghilangkannya sepenuhnya. Sementara itu terapi kepunahan untuk merancang terapi kuratif yang menyebabkan kepunahan populasi kanker.

"Dogma selama 50 tahun terakhir dalam pengobatan kanker adalah Anda menggunakan obat yang sama, atau kombinasi obat, dalam siklus, sampai ada bukti jelas perkembangan tumor (di mana tumor mulai tumbuh tak terkendali) atau toksisitas berlebih. Hal ini sia-sia," kata Gatenby.

Sebabnya sebagian besar sel yang tersisa resisten terhadap obat tersebut dan dengan melanjutkan terapi yang sama, ahli onkologi memberi kesempatan pada sel tersebut untuk berkembang biak sehingga populasinya menjadi lebih besar dan lebih beragam.

Sebaliknya, teorinya tentang terapi adaptif bertujuan untuk mengubah dosis obat dengan pendekatan yang disesuaikan, hanya memberikan pengobatan yang cukup untuk mematikan tumor, menjaganya sekecil mungkin, tanpa menghilangkan populasi sensitif sepenuhnya, hingga kemudian terapi dihentikan.

Saat terapi dihentikan bertujuan untuk memungkinkan sel-sel yang sensitif terhadap pengobatan untuk terus berebut ruang di dalam tumor, mencegah sel-sel lain yang resisten terhadap obat mendominasi karena keunggulan adaptifnya.

"Karena kita tidak dapat mengendalikan sel-sel tumor yang resisten terhadap terapi, kita perlu merekrut sel-sel yang sensitif terhadap pengobatan untuk melakukannya," kata Gatenby, yang telah mengembangkan ide tersebut sejak pertama kali mempublikasikannya pada 1991. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

9 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

14 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.