Gempa Maroko, Tim SAR Asing Mulai Berdatangan
📅 Senin, 11 Sep 2023, 09:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/FADEL SENNA
TIKHT - Tim penyelamat pada Senin (11/9) berlomba dengan waktu mencari korban selamat dari reruntuhan desa-desa yang hancur di pegunungan Atlas Maroko, tiga hari setelah gempa bumi terkuat yang pernah terjadi di negara itu.
Gempa berkekuatan 6,8 yang terjadi Jumat (8/9) malam di barat daya kota Marrakesh memakan korban jiwa lebih dari 2.100 orang dan melukai lebih dari 2.400 orang, banyak di antaranya luka serius, menurut angka resmi yang diperbarui pada Minggu (10/9) malam.
Rabat pada hari Minggu mengumumkan, pihaknya telah menerima tawaran bantuan dari empat negara. Banyak negara lagi ingin mengirimkan bantuan.
Pihak berwenang telah merespons dengan baik "pada tahap ini" tawaran dari Spanyol, Inggris, Qatar, dan Uni Emirat Arab "untuk mengirim tim pencarian dan penyelamatan", kata Kementerian Dalam Negeri Maroko.
Disebutkan, tim asing telah melakukan kontak dengan pihak berwenang Maroko untuk mengkoordinasikan upaya tersebut. Hanya empat tawaran yang diterima karena "kurangnya koordinasi dapat menjadi kontraproduktif".
Sebaiknya Anda baca juga:
Tawaran lain mungkin diterima di masa mendatang "jika kebutuhan berkembang", menurut kementerian.
Prancis bersedia memberikan bantuan "kedua" yang diminta Maroko, kata Presiden Emmanuel Macron.
Penerbangan bantuan Qatar berangkat dari pangkalan udara Al-Udeid di luar Doha pada Minggu malam, kata seorang jurnalis AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spanyol telah mengirimkan 86 penyelamat dan delapan anjing pelacak ke Maroko untuk "membantu pencarian dan penyelamatan korban gempa dahsyat yang diderita negara tetangga kami", bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Spanyol.
"Kami akan mengirimkan apa pun yang diperlukan karena semua orang tahu bahwa jam-jam pertama ini adalah kuncinya, terutama jika ada orang yang terkubur di bawah reruntuhan," kata Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles kepada televisi publik.
Desa-desa Rata dengan Tanah
Gempa menyapu bersih seluruh desa di perbukitan pegunungan Atlas, tempat tim penyelamat sipil dan anggota angkatan bersenjata Maroko mencari korban selamat dan jenazah.
Banyak rumah di desa pegunungan terpencil dibangun dari batu bata lumpur.
Desa terpencil Tafeghaghte, 60 km dari Marrakesh di provinsi Al-Haouz, hampir seluruhnya hancur, tim AFP melaporkan. Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!