Gempa Maroko, Tim SAR Asing Mulai Berdatangan
📅 Senin, 11 Sep 2023, 09:15 WIB | Oleh: Tim Penulis"Semua orang telah tiada! Hati saya hancur. Saya tidak dapat dihibur," seru Zahra Benbrik, 62 tahun. Dia telah kehilangan 18 kerabatnya.
Pihak berwenang mencatat lebih dari 1.300 kematian di provinsi Al-Haouz.
Menurut televisi publik Maroko, "lebih dari 18.000 keluarga terkena dampak" gempa di Al-Haouz, lokasi pusat gempa.
Kementerian Pendidikan mengumumkan kelas-kelas di desa Al-Haouz yang terkena dampak paling parah akan "ditangguhkan" dan sekolah-sekolah tidak akan dibuka mulai Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Warga pada hari Minggu bergegas ke rumah sakit di Marrakesh untuk menyumbangkan darah guna membantu mereka yang terluka, sementara banyak warga yang bergerak untuk membantu mereka yang terkena dampak.
Beberapa bagian dari medina bersejarah Marrakesh dan jaringan gang-gangnya mengalami kerusakan parah, dengan gundukan puing dan bangunan-bangunan yang roboh.
Kerajaan telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Palang Merah memperingatkan bahwa diperlukan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa.
"Ini tidak akan terjadi dalam waktu satu atau dua minggu… Kami mengandalkan respons yang akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun," kata Hossam Elsharkawi, direktur Timur Tengah dan Afrika Utara.
Gempa yang terjadi Jumat kemarin merupakan yang paling mematikan di Maroko sejak gempa bumi tahun 1960 yang menghancurkan Agadir dan menewaskan lebih dari 12.000 orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!