Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tindak Tegas, Polda Sumsel Tangani 16 Kasus Pembakaran Lahan

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 00:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tindak Tegas, Polda Sumsel Tangani 16 Kasus Pembakaran Lahan Doc: ANTARA/HO Humas Polda Sumsel
Ket. Satgas Polres Musi Banyuasin melakukan pemadaman karhutla.

Palembang - Tindak tegas, aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan menangani sebanyak 16 kasus terkait dengan pembakaran lahan di wilayah itu.

Kapolda Sumsel Irjen Albertus Rachmad Wibowo saat diwawancarai di Palembang, Jumat, mengatakan dalam kasus tersebut, pihaknya sudah menangkap 26 orang tersangka. Sedangkan penanganan kasus kebakaran lahan itu sudah masuk di tahap kedua dan telah diserahkan ke Kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan.

"Kebakaran lahan di Sumsel banyak terjadi di daerah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan juga Banyuasin, yang mana motif mereka ini adalah untuk membuka lahan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan menurunkan personel baik dari Kepolisian maupun TNI untuk mensosialisasikan terkait pencegahan kebakaran lahan ke desa-desa di Sumsel khususnya ketiga desa yang telah disebutkan sebelumnya.

"Personil perkiraan dari polri sekitar 400 orang, dan difokuskan di kabupaten OKI, OI, Banyuasin. Tugas utama mereka masuk ke desa-desa bertemu dengan toko-toko pemimpin disana untuk sosialisasi, kami juga merencanakan pertemuan secara daring dengan pemerintah daerah, camat, kepala desa, nanti dikumpulkan di kecamatan atau polsek atau koramil. Kami akan membuat pelatihan atau sosialisasi dimulai pada 11 September 2023," jelasnya.

Ia mengungkapkan pihaknya bersama Ketua DPRD Sumsel telah memberikan imbauan kepada seluruh Camat dan Kades di tiga Kabupaten tersebut agar terus mengingatkan warganya untuk tidak melakukan pembakaran di lahan gambut.

"Kebakaran lahan ini sungguh membuat tidak nyaman karena sedari pagi sudah harus mencium bau asapnya, apalagi untuk anak-anak tentu tidak aman bisa menyebabkan ISPA. Selain itu untuk penerbangan pun juga tidak aman tentunya, jadi dimohon pengertiannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Rachmad, untuk proses pemadaman lahan yang terbakar ini juga dilakukan melalui udara.

"Kita sudah pernah mengalami bencana buruk seperti ini pada tahu 2015 dan 2019, jangan sampai hal serupa terus berulang. Apalagi El Nino pada tahun ini cukup panjang," kata Kapolda Sumsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.