Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jokowi Serukan Negara-negara Besar Tidak Mempertajam Persaingan

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sebagai contoh, saat Tiongkok ingin memainkan Laut Tiongkok Selatan dengan mengeluarkan peta baru, maka direspons dengan cukup baik melalui pertikaian kata-kata secara diplomatik.

"Kita memiliki Asean Value dalam mendekati sebuah masalah termasuk masalah Myanmar. Saya kira Presiden Jokowi telah memberikan statemen yang cukup jelas dan tegas mengenai prinsip dan kepentingan Asean," kata Riza.

Kolaborasi Diperkuat

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan seruan Jokowi tersebut ingin menegaskan kembali agar kerja sama dan kolaborasi antarnegara terus diperkuat secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi persaingan tajam dan tidak sehat, karena kerap menjadi benih konflik.

Secara terpisah, Peneliti Ekonomi Politik Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman, meminta agar negara-negara maju tidak terlalu egois dan tidak memikirkan pertumbuhan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang dan negara miskin.

"Lihat saja dampak dari perang Russia-Ukraina, lalu ketegangan antara AS dan Tiongkok menyebabkan pasokan energi dan pangan global terganggu. Negara-negara di dunia banyak yang kewalahan menghadapi kondisi ini, karena perdagangan global itu sudah saling terhubung. Ketika suatu negara atau satu kawasan terganggu akan mempengaruhi yang lainnya. Jadi, perang ini harus dihentikan," tegas Ferdy.

Pengamat ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan dalam perekonomian dunia saat ini, interdependensi antarnegara sangat kuat, sehingga gejolak di suatu negara atau kawasan akan berdampak terhadap negara atau kawasan lain, yang akan menimbulkan ketidakstabilan termasuk dalam bidang ekonomi.

"Jika ini sering terjadi maka perekonomian akan sering kali menghadapi ketidakpastian dan risiko. Kondisi ini tentu saja menambah kesulitan tersendiri dalam melakukan perencanaan baik pada level negara maupun bisnis," ungkap Suhartoko.

Dengan kerja sama yang baik akan menghasilkan perdamaian dan stabilitas yang menjadi kunci untuk mengurangi ketidakpastian yang semakin sering melanda dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.