Khofifah: Kampus Peringkat 37 Dunia akan Buka di Kawasan Ekonomi Khusus Malang
📅 Kamis, 07 Sep 2023, 15:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
SURABAYA - Kini para lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sederajat yang berminat menempuh pendidikan tinggi berkualitas, tidak perlu jauh-jauh pergi luar negeri. Pasalnya sebuah kampus kelas dunia akan segera hadir di Malang, Jawa Timur.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (7/9), menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, King's College University, kampus berperingkat 37 dunia akan membuka kampus di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari Malang.
Menurut dia, King's College University akan membuka tiga program studi master degree yakni digital marketing, digital media, dan creative industry.
"Insya Allah September tahun depan sudah berjalan. Jadi mari kita siapkan mahasiswa kita baik dari PTKI maupun Ponpes untuk bisa memanfaatkan peluang emas tersebut," katanya, saat memberikan Kuliah Umum Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa dari Pemprov Jatim Program S1 Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, S1, S2, S3 PTKI, dan M1 Ma'had Aly Tahun 2023 di Surabaya.
Dengan masifnya pembangunan SDM yang dilakukan, lanjut dia, diharapkan Jatim mampu menjadi punggawa dalam menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. Termasuk menjadi motor penggerak industri manufaktur Jatim yang perkembangannya luar biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap semua upaya ini bisa mengantarkan kemajuan-kemajuan dan kebermanfaatan, baik bagi perguruan tinggi, pesantren, Madrasah Diniyah, dan seluruh kemajuan di negeri ini terutama di Provinsi Jawa Timur," imbuhnya.
Khofifah menjelaskan, dalam Global Competitiveness Index 2022, Indonesia berada di urutan ke 44. Posisi ini jauh lebih rendah dibanding Singapura yang menempati urutan ke 3, Malaysia urutan ke 32, dan Thailand urutan ke 33.
Hal yang sama terjadi pada Global Innovation Index 2022 dimana Indonesia berada di urutan ke 75. Sementara Singapura berada di urutan ke 7 dan Malaysia urutan ke 35. Begitu pula dengan Global Talent Competitiveness Index 2022 yang menempatkan Indonesia berada di posisi ke 82. Terpaut jauh dengan negara ASEAN seperti Singapura di posisi runner up.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov Jatim mengambil peran untuk menyediakan ekosistem yang bisa mewadahi para siswa untuk bisa mengekspresikan lebih luas, lebih bermanfaat, lebih hebat, dan lebih maju. Salah satu wujud konkretnya ialah dengan menyediakan beasiswa pendidikan setiap tahunnya.
Tahun ini, Pemprov Jatim mengalokasikan beasiswa untuk 535 mahasiswa di 39 PTKI / Ma'had Aly / Universitas Al Azhar Mesir yang menjadi penerima beasiswa. Rinciannya yaitu 285 mahasiswa dari 19 Ma'had Aly, 60 mahasiswa S1 dari 4 PTKI, 120 mahasiswa S2 dari 12 PTKI, 40 mahasiswa S3 dari 4 PTKI, dan 30 mahasiswa S1 Universitas Al Azhar Mesir.
"Jawa Timur adalah pusatnya pesantren. Oleh karena itu penguatan manajemen di pesantren termasuk adalah mereka-mereka yang memiliki kedalaman keilmuan agama yang luar biasa itu harus mendapatkan keberimbangan secara keilmuan non Pesantren. Sehingga kekuatan ini menyatu sebagai ekosistem pendorong kemajuan Jawa Timur dan bangsa Indonesia," jelas Khofifah.
"Sehingga manajemen di pesantren akan lebih advance lagi dan tentu metodologi pembelajaran, kemudian jejaring ekonomi, budaya serta pendidikan juga bisa lebih advance lagi," ujar dia.
Khofifah mengungkapkan, alasan dipilihnya Universitas Al Azhar Mesir menjadi sasaran program beasiswa karena Grand Syeikh Al Azhar selalu menekankan nilai kerukunan dan kedamaian kepada mahasiswa-mahasiswanya.
"Selalu nasehatnya damai dan rukun. Itu menjadi penting sebab Indonesia dengan keberagaman yang luar biasa membutuhkan kerukunan dan kedamaian itu," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!