Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegahan Tengkes, Warga Kudus Diminta Manfaatkan Pangan Lokal

📅 Rabu, 06 Sep 2023, 17:01 WIB | Oleh:
Cegahan Tengkes, Warga Kudus Diminta Manfaatkan Pangan Lokal Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Lomba cipta menu B2SA berbasis pangan lokal di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (6/9).

KUDUS - Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta melakukan optimalisasi penggunaan bahan pangan lokal untuk dikonsumsi guna mencegah angka tengkes semakin meningkat, kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kudus Mawar Anggraini.

"Apalagi, pangan lokal dapat diproduksi secara mandiri oleh setiap keluarga tanpa membutuhkan lahan yang luas dan biaya yang mahal," ujarnya saat menghadiri acara lomba cipta menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) berbasis pangan lokal di Pendopo Kabupaten Kudus di Kudus, Rabu.

Menurut dia, banyak pangan lokal yang sebenarnya memenuhi gizi seimbang, salah satunya ikan kutuk (gabus) yang mengandung protein albumin cukup tinggi untuk membantu pencegahan gizi buruk pada anak dan ibu hamil.

Untuk mengampanyekan ikan gabus tersebut, katanya, maka pada lomba kali ini menjadi bahan utama agar pangan lokal lebih dikenal dan digemari masyarakat luas.

Penggunaan bahan pangan lokal tersebut, kata dia, selain praktis dan terjangkau, resep panganjuga bisa menyesuaikan dengan preferensi masyarakat sehingga inovasi dalam pembuatan resep bahan pangan lokal harus terus dilakukan.

Turut hadir dalam perlombaan tersebut, pihak perusahaan swasta, Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, DinasPemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Kesehatan. Hadir pula kokiIsman dari MasterChef Indonesia Season 7 sebagai juri sekaligus memberikan demonstrasi masak terkait dengan pengolahan ikan kutuk.

Peserta lomba berasal dari TPPKK kecamatan se-Kabupaten Kudus, sedangkan resep mereka pada masa mendatang bisa ditularkan kepada masyarakat luas.

Ketika semua masyarakat memahami soal asupan gizi seimbang untuk anak, dia mengharapkan, kasus stunting di Kabupaten Kudus dapat ditekan, sehingga bisa memenuhi target nasional angka stunting 14 persen pada 2023. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 angka stunting Kabupaten Kudus 19 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.