Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahun Depan, Anggaran Kemenparekraf Turun

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 16:31 WIB | Oleh:
Tahun Depan, Anggaran Kemenparekraf Turun Doc: Istimewa.
Ket. Menparekraf Sandiaga Uno memaparkan rencana kerja dan anggaran Kemenparekraf/ Baparekraf tahun 2024 di hadapan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis (31/8).

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan rencana kerja dan anggaran Kemenparekraf/Baparekraf pada 2024 di hadapan Komisi X DPR RI. Dalam rapat kerja Kemenparekraf telah mengajukan pagu indikatif sementara sebesar Rp3.419.987.309.000. Dalam perkembangannya, pagu indikatif ini mengalami penurunan sebesar 0,09 persen menjadi Rp3.416.787.309.000.

"Dapat kita lihat di sini ada penurunan Rp3,2 miliar karena pengurangan pinjaman luar negeri yang ada di Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur. Untuk posnya itu ada di (Direktorat) Tata Kelola Destinasi yang berkaitan dengan penguatan pariwisata berkelanjutan," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (1/9).

Menurutnyap, Kemenparekraf masih bisa membiayai program kerja tersebut tanpa harus menambah pinjaman luar negeri lebih banyak. Sandiaga juga menyebutkan pagu indikatif 2024 ini juga lebih besar dari pagu anggaran 2023 yang berjumlah Rp3.404.157.600.000.

Sementara itu untuk target kinerja 2024, Sandiaga memaparkan ada beberapa target yang ingin dicapai oleh Kemenparekraf. Target-target tersebut adalah peningkatan kontribusi PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 4,5 persen, 0eningkatan nilai devisa pariwisata hingga 7,38-13,08 miliar dolar AS, peningkatan jumlah tenaga kerja pariwisata hingga 22,08 juta orang, dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga menyentuh angka 9,5-14,3 juta kunjungan.

Lalu kata Sandiaga, pihaknya juga akan melalukan peningkatan nilai tambah ekraf sebesar Rp1.347 triliun, peningkatan nilai ekspor produk ekraf sebesar 27,53 miliar dolar AS dan eningkatan jumlah tenaga kerja ekraf sebesar 24,7 juta orang.

"Untuk target jumlah pergerakan wisatawan nusantara, kami sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dan sedang menunggu konfirmasi. Sedangkan untuk peningkatan Travel and Tourism Development Index ini penilaiannya setiap dua tahun sekali," katanya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda yang bertindak sebagai pimpinan rapat menyatakan pihaknya dan Kemenparekraf perlu melakukan pendalaman RAPBN 2024 serta RKA K/L 2024. "Komisi X dan Kemenparekraf sepakat akan melakukan pendalaman materi rancangan RKA K/L dan pagu anggaran 2024 dengan para pejabat eselon I dalam waktu dekat," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.