Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fasilitas Keselamatan Sirkuit Mandalika Ditingkatkan

📅 Sabtu, 14 Feb 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Fasilitas Keselamatan Sirkuit Mandalika Ditingkatkan Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Perbaikan Safety car Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah, Sabtu (14/2).

Lombok Tengah -- Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melakukan perbaikan suspensi safety car sebagai upaya meningkatkan fasilitas keselamatan di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) jelang dimulainya musim 2026.

"Peningkatan standar keselamatan balap di Pertamina Mandalika International Circuit, fokus peningkatan diarahkan pada kendaraan vital dalam setiap event balap safety car," kata Manager Motorsport MGPA Denny Pribadi di Lombok Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan penggantian suspensi safety car dari standar pabrikan ke suspensi ohlins adjustable coil-over khusus sirkuit bukan sekadar modifikasi teknis, melainkan bagian dari strategi peningkatan performa operasional dan respons darurat di lintasan.

"Alasan utama penggantian suspensi adalah kebutuhan akan stabilitas saat safety car melaju dalam kecepatan tinggi, terutama ketika melintasi tikungan," katanya.

“Supaya safety car atau fast doctor lebih stabil ketika dibawa ngebut di tikungan, sehingga tidak terlalu jauh di belakang mobil atau motor balap,” jelasnya.

Peran safety car di Mandalika bukan hanya mengendalikan laju rombongan pembalap saat insiden terjadi, tetapi juga membawa dokter sebagai penolong pertama ketika terjadi kecelakaan.

"Karena itu, kecepatan dan kestabilan menjadi faktor yang tidak bisa ditawar," katanya.

Jika safety car tertinggal terlalu jauh, maka waktu respons terhadap insiden bisa terhambat. Dalam konteks balap internasional, setiap detik sangat krusial. Karakter lintasan Mandalika yang memiliki 17 tikungan menjadi pertimbangan teknis penting dalam keputusan ini.

"Banyaknya tikungan cepat menuntut kendaraan pengawal memiliki handling presisi serta kontrol body roll yang baik," katanya.

Denny menegaskan bahwa pada suspensi standar pabrikan yang belum menggunakan sistem adjustable coil-over mobil cenderung kurang optimal saat dipacu agresif di tikungan.

"Biasanya kalau mesin 1.000 cc saya ketinggalan jauh. Motor itu tidak kelihatan karena perbedaan antara motor dengan mobil lebih jauh. Bukan di mesin, tapi di kaki-kaki," katanya.

"Artinya, keterbatasan bukan pada tenaga mesin, melainkan pada sistem suspensi yang belum mampu menopang kebutuhan manuver cepat dan stabil," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.