Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sedekah Laut dan Bumi Tambaklorok Semarang Dimeriahkan oleh 400 Kapal Nelayan

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sedekah Laut dan Bumi Tambaklorok Semarang Dimeriahkan oleh 400 Kapal Nelayan Doc: Antara

Semarang - Sekitar 400 kapal nelayan memadati perairan Tambaklorok, Semarang, Minggu, untuk memeriahkan puncak kegiatan Sedekah Laut dan Bumi Tambaklorok 2026 yang menjadi agenda tahunan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi konsistensi masyarakat nelayan menjaga tradisi leluhur di tengah modernisasi kawasan pesisir

Ia menyampaikan bahwa tradisi sedekah laut merupakan bentuk bakti masyarakat kepada laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan. sekaligus ruang untuk meneguhkan relasi saling menjaga antara alam dan manusia.

Tradisi tahunan masyarakat pesisir utara itu menjadi wujud syukur atas limpahan hasil laut sekaligus pengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam.

"Ini adalah bakti kita kepada laut dan kita minta laut untuk menjaga kita, menjadi sumber rezeki bagi kita dan berharap bahwa laut dan manusia bisa sinergi saling membantu membawa ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan," katanya.

Mengusung tema "Nguri-uri Kabudayan dan Pelestarian Tradisi", rangkaian kegiatan diawali doa arwah jama’, khataman Al-Qur’an, dan malam tirakatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok pada Sabtu (9/5).

Puncak acara berlangsung melalui kirab kepala kerbau keliling kampung, dilanjutkan prosesi larung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal TNI AL bersama Wali Kota Semarang.

Perayaan tersebut akan dilanjutkan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dan ditutup pengajian akbar pada Senin (11/5) besok.

"Tradisi ini adalah bukti bahwa masyarakat tidak pernah lupa pada akarnya. Larung sesaji ini menjadi cerita tentang budaya, tentang karya, karsa, dan rasa. Dan ini adalah ucapan syukur kepada Gusti Pangeran atas limpahan dan keberkahan dari laut," katanya.

Menurut dia, tradisi sedekah laut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem laut, sekaligus meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang belakangan sulit diprediksi.

Agustina berharap tradisi tersebut terus menjadi penguat solidaritas masyarakat pesisir sekaligus pengingat bahwa pembangunan kawasan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan keselamatan nelayan sebagai penopang kehidupan maritim Kota Semarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

KPK Tahan Bupati Kuansing Suhardiman Amby

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
KPK Tahan Bupati Kuansing S...
Nasional
Pemerintah Didorong Perkuat...
Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.