Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Tinggi Lemahkan Kekaisaran Romawi

📅 Kamis, 31 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Koin-koindenariusyang berhasil dicetak digunakan untuk proyek-proyek kesayangan kaisar dan memperbaiki infrastruktur Roma. Selain itu pemerintah memberi koin-koin baru tersebut ke tangan masyarakat. Rencana ini tampaknya bagus sampai bahwa seluruh nilai koin tersebut seharusnya didasarkan pada pengurangan kandungan peraknya.

Seiring berjalannya waktu, apa yang tadinya terjadi pada mata uangas, mulai terjadi padadenarius. Prosesnya memakan waktu lama yaitu selama abad kedua dan ketiga masehi sebelum nilainya benar-benar merosot dan dilakukan devaluasi.

Ini adalah awal dari berakhirnya mata uang Romawidenarius. Penurunan nilai mata uang itu menciptakan hiperinflasi. Hal ini menyebabkan nilai uang menurun dengan sangat cepat, harga-harga naik dan uang kehilangan seluruh daya belinya. Meskipun tidak mempunyai angka konkretnya, para sejarawan dan ekonom memperkirakan bahwa inflasi Romawi mencapai sekitar 15.000 persen antara 200 dan 300 Masehi.

Untuk mengantisipasinya, Kaisar Diocletian memberanikan diri dengan memilih opsi memperkenalkan kontrol harga bersama dengan koin perak baru yang disebutargenteus. Satuargenteusbernilai 50denarius.

Mata uang baru ini membantu memperlambat hiperinflasi, namun hanya sementara. Kurang dari satu dekade kemudian, satuargenteusbernilai 100 denarius. Inflasi yang tidak berkesudahan ini, ditambah dengan devolusidenarius, menyebabkan Kekaisaran Romawi kehabisan uang.

Untuk mencoba mendapatkan kembali sebagian dari uang ini, kaisar mulai melakukan apapun yang mereka bisa untuk meningkatkan pendapatan melalui pajak. Contoh klasik dari hal ini terjadi pada 12 M ketika Kaisar Caracalla mengumumkan bahwa semua orang bebas di kekaisaran saat itu menjadi warga negara dengan tujuan meningkatkan basis pajak kekaisaran. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.