Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Polusi Udara, Orang Tua Diminta Kurangi Aktivitas Outdoor Anak

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Polusi Udara, Orang Tua Diminta Kurangi Aktivitas Outdoor Anak Doc: ANTARA/ Anita Permata Dewi
Ket. Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan di sela-sela acara media talk bertajuk "Mencegah Kekerasan Seksual Dimulai dari Keluarga", di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Jakarta - Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan mengimbau agar para orang tua mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan, menyusul polusi udara di Jabodetabek dan sekitarnya.

"Agar mengurangi ya aktivitas anak-anak bermain di luar ruangan atau keluar dari rumah. Ini sebagai salah satu tindakan yang bisa kita lakukan, karena kita tahu udara, khususnya di Jakarta saat ini sedang banyak polusi," kata Indra Gunawan dalam media talk bertajuk "Mencegah Kekerasan Seksual Dimulai dari Keluarga", di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, upaya ini merupakan langkah praktis untuk mencegah penyakit yang bisa diderita anak-anak akibat terpapar polusi udara, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Orang tua bisa mendampingi (aktivitas dalam ruangan), tentunya memberikan pemahaman juga agar anak-anak ini bisa ikut melindungi dirinya sendiri (dari dampak polusi udara)," kata Indra Gunawan.

Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani mengimbau pihak sekolah, terutama di Jabodetabek dan sekitarnya untuk ikut berpartisipasi dalam mengantisipasi dampak polusi udara lantaran dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi anak-anak.

"Pemerintah harus membuat terobosan sistem secara menyeluruh, tanpa mengesampingkan dampak lain dari suatu kebijakan. Termasuk bagaimana pihak sekolah ikut berpartisipasi melakukan berbagai antisipasi. Hal ini perlu dioptimalkan untuk melindungi anak dari bahaya polusi udara," kata Puan.

Menurut dia, pihak sekolah dapat menyesuaikan sistem pembelajaran bagi siswa didik sebagai salah satu upaya antisipasi dampak dari polusi udara.

"Misalnya, menghindari dulu kegiatan belajar mengajar di luar ruangan. Lalu, pastikan sanitasi dan sirkulasi udara di kelas-kelas dalam kondisi baik. Kemudian siapkan fasilitas maupun kebutuhan medis dasar bagi anak-anak di sekolah," ucapnya.

Selain itu, Puan menyebut sekolah dan fasilitas umum, seperti taman bermain luar ruangan, perlu kembali menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi melindungi anak dari partikel udara yang tercemar polusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.