Setelah India, Jepang Bersiap Mengirim 'Moon Sniper' ke Bulan
📅 Jumat, 25 Agu 2023, 14:48 WIB | Oleh: Tim PenulisJepang juga telah mencoba sebelumnya, tahun lalu mencoba mendaratkan wahana antariksa bernama Omotenashi, yang dibawa dengan Artemis 1 milik NASA. Namun misi tersebut gagal dan komunikasi terputus.
Dan pada April, perusahaan rintisan Jepang, ispace, gagal dalam upaya ambisiusnya untuk menjadi perusahaan swasta pertama yang mendarat di Bulan. Pesawat kehilangan komunikasi setelah "pendaratan keras".
Jepang juga mempunyai masalah dengan peluncuran roket, seperti kegagalan peluncuran model H3 generasi berikutnya pada Maret lalu dan Epsilon berbahan bakar padat yang biasanya dapat diandalkan pada Oktober.
Bulan lalu, pengujian roket Epsilon S, versi perbaikan dari Epsilon, meledak 50 detik setelah penyalaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angin Plasma
Roket H2-A yang diluncurkan dari Tanegashima di Jepang selatan pada hari Senin juga akan membawa Misi Pencitraan dan Spektroskopi Sinar-X (XRISM) yang dikembangkan oleh JAXA, NASA, dan Badan Antariksa Eropa.
Pengamatan spektroskopi sinar-X resolusi tinggi satelit terhadap angin plasma gas panas yang berhembus melalui alam semesta akan membantu mempelajari aliran massa dan energi serta komposisi dan evolusi benda-benda langit.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ada teori bahwa materi gelap mencegah galaksi berkembang," jelas manajer proyek XRISM Hironori Maejima.
"Pertanyaan mengapa materi gelap tidak berkumpul, dan kekuatan apa yang menyebarkannya, diharapkan dapat diklarifikasi dengan mengukur plasma menggunakan XRISM."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!