Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semua Pihak Harus Turun Tangan Memajukan Kebudayaan Indonesia

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 01:01 WIB | Oleh:
Semua Pihak Harus Turun Tangan Memajukan Kebudayaan Indonesia Doc: istimewa
Ket. ANUGERAH KEBUDAYAAN INDONESIA -- Presiden Joko Widodo, menyematkan gelar tanda kehormatan melalui ahli waris tiga Begawan Budaya melalui program Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2023, di Istana Negara Jakarta, Senin (14/8).

JAKARTA - Tiga Begawan Budaya diusulkan untuk menerima gelar tanda kehormatan dari Presiden Joko Widodo, melalui program Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) tahun 2023.

"Kami harapkan, ekosistem kebudayaan bisa lebih mengemuka sehingga banyak lagi pihak yang turun tangan memajukan kebudayaan Indonesia," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, dalam keterangan resminya, Selasa (15/8).

Dia mengatakan sejak tahun 2012, pihaknya konsisten memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh seni dan budaya. Mereka telah berjasa dan berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan Indonesia.

"Melalui AKI, pemerintah mengambil posisi untuk terus bersama para pahlawan kebudayaan dalam kerja pemajuan kebudayaan. Dengan demikian, maka cita-cita menjadi negara adidaya budaya dapat terwujud," jelasnya.

Tiga Begawan Budaya ini yaitu (Alm) Tjokorda Gde Agung Sukawati dan (Alm) Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Djojokusumo yang mendapat gelar tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma. Salain mereka, (Alm) Ki Mohamad Amir Sutaarga juga mendapat gelar tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya.

Tjokorda Gde Agung Sukawati adalah seorang budayawan asal Bali yang telah berhasil melakukan diplomasi kebudayaan serta menjadi pionir berkembangnya pariwisata yang berakar pada seni dan budaya di Bali.

Selanjutnya, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Djojokusumo adalah pendiri Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), yang kini dikenal sebagai Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Dia merupakah tokoh penting dalam proses penggabungan seluruh perguruan tinggi swasta se-Surakarta menjadi Universitas Gabungan Surakarta (UGS) yang kini menjadi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Penerima lainnya, Mohammad Amir Sutaarga adalah pakar permuseuman yang memberikan landasan bagi permuseuman Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.