Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Bantul Antisipasi Kekeringan Lahan Sawah Akibat Kemarau Dengan Pompa

📅 Selasa, 15 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Bantul Antisipasi Kekeringan Lahan Sawah Akibat Kemarau Dengan Pompa Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Gerak cepat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengantisipasi kekeringan lahan sawah akibat musim kemarau panjang tahun ini dengan menyiapkan ribuan pompa air, yang bisa dimanfaatkan kelompok tani.

"Untuk sektor pertanian di Bantul sampai hari ini belum ada laporan tentang dampak kekeringan, yang begitu parah, tapi kami telah memprediksi beberapa wilayah seandainya nanti benar-benar terjadi kekeringan kita menyiapkan pompa," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, DIY, Senin.

Menurut dia, ribuan pompa air, yang merupakan bantuan pemerintah pusat maupun pemerintah daerahsudah ada di kelompok-kelompok tani, sehingga harapannya bisa dimanfaatkan jika daerahnya terdapat sumber air untuk irigasi sawah.

"Sekarang ini juga para petani kita sudah mengantisipasi sejak awal dengan menanam komoditas pangan tertentu yang tidak butuh banyak air, sehingga ketika ketersediaan air sedikit, masih bisa tumbuh," katanya.

Namun demikian, menurut dia, sebagian petani sudah mengantisipasi dengan tidak menanam tanaman pangan pada lahan rawan terdampak kemarau di musim kemarau ini setelah sebelumnya memanen di lahan yang sama.

"Wilayah rawan kekeringan lahan di Bantul itu ada di daerah Dlingo, kemudian sebagian Imogiri, Piyungan, dan Pajangan, namun seperti di daerah Sendangsari Pajangan sekarang sudah diantisipasi dengan pompa air dari sumur dalam," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan langkah dari dinas menghadapi kemarau panjang dampak fenomena El Ninoadalah sudah memerintahkan penyuluh lapangan untuk terus memantau kondisi lahan pertanian di lapangan untuk mengetahui dan memberi rekomendasi apabila terjadi kekeringan.

"Sejak ada berita El Nino di Maret-April lalu, saya antisipasi dengan teman-teman untuk melihat kondisi di lapangan, mana daerah yang ada sumber airnya dan yang tidak ada sumber airnya, harapannya agar bisa merekomendasikan kepada petani untuk jenis tanaman apa yang bisa ditanam dan jangan sampai terjadi gagal panen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.