PLTS Terapung, Energi Bersih Alternatif Buat Negara Padat Penduduk seperti Indonesia
📅 Senin, 14 Agu 2023, 13:30 WIB | Oleh: Tim PenulisIndonesia dan potensi energi surya yang sangat besar
Indonesia merupakan negara yang padat penduduk, terutama di pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Pada pertengahan abad ini, populasi Indonesia diperkirakan melebihi 315 juta jiwa.
Untungnya, Indonesia memiliki potensi energi matahari yang sangat besar dan juga potensi penyimpanan energi 'pumped hydro energy storage' untuk menyimpan kelebihan energi surya untuk digunakan pada malam hari. Sekitar 25 ribu km2 panel surya akan dibutuhkan untuk mendukung Indonesia yang makmur setelah dekarbonisasi ekonomi yang mengandalkan tenaga matahari.
Indonesia memiliki pilihan untuk PLTS terapung di laut pedalaman yang tenang. Wilayah ini memiliki sekitar 140 ribu km2 bentang laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kawasan ini belum pernah mengalami ombak lebih besar dari 4 meter atau angin yang lebih kuat dari 10 meter per detik dalam 40 tahun terakhir. Luas wilayah laut Indonesia sebesar 6,4 juta km2 adalah 200 kali lebih besar dari yang dibutuhkan jika seluruh kebutuhan energi Indonesia di masa depan dipenuhi PTLS terapung lepas pantai.
Masa depan PLTS terapung lepas pantai
Sebagian besar bentang laut global mengalami ombak lebih besar dari 10 meter dan angin lebih kuat dari 20 meter per detik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa perusahaan terus mengembangkan struktur teknik pertahanan untuk PLTS terapung lepas pantai agar mampu menahan badai.
Sebaliknya, lingkungan maritim yang tenang di sepanjang khatulistiwa tidak membutuhkan pertahanan kuat ataupun mahal.
Kami menemukan beberapa wilayah yang paling cocok dalam 5-12 derajat lintang Khatulistiwa, terutama di dalam dan sekitar kepulauan Indonesia dan di Teluk Guinea dekat Nigeria. Wilayah ini memiliki potensi angin yang rendah, kepadatan penduduk yang tinggi, pertumbuhan yang cepat (baik dalam populasi maupun konsumsi energi) dan ekosistem utuh yang substansial yang tidak boleh dibuka untuk ladang tenaga surya. Badai tropis jarang berdampak pada daerah Khatulistiwa.
Industri surya terapung lepas pantai masih berada dalam tahap pengembangan. Panel surya lepas pantai memiliki kelemahan dibandingkan dengan panel di darat, seperti risiko korosi garam, dan pengotoran laut.
Sejauh ini, laut dangkal lebih memungkinkan untuk menambatkan panel ke dasar laut. Kita memerlukan perhatian yang cermat untuk meminimalkan kerusakan lingkungan laut dan dampaknya terhadap penangkapan ikan.
Pemanasan global juga dapat mengubah pola angin dan ombak. Namun, terlepas dari tantangan ini, kami yakin panel surya apung lepas pantai akan berkontribusi signifikan dalam bauran energi pada negara-negara yang memiliki akses ke laut khatulistiwa yang tenang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!