PLTS Terapung, Energi Bersih Alternatif Buat Negara Padat Penduduk seperti Indonesia
📅 Senin, 14 Agu 2023, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Tavarius
Andrew Blakers, Australian National University dan David Firnando Silalahi, Australian National University
Pembangkit tenaga listrik surya (PLTS) terapung di laut Khatulistiwa yang tenang dapat menyediakan energi surya 'tak terbatas' secara efektif untuk negara-negara berpenduduk padat di Asia Tenggara dan Afrika Barat.
Penelitian terbaru kami menemukan bahwa pemanfaatan PLTS lepas pantai di Indonesia saja dapat menghasilkan listrik sekitar 35.000 terawatt-jam (TWh) per tahun. Angka tersebut setara dengan produksi listrik global saat ini (30 ribu TWh per tahun).
Jika sebagian besar lautan di dunia dilalui jalur badai, beberapa wilayah laut di Khatulistiwa malah relatif tenang dan damai. Di tempat ini, pembangunan PLTS terapung lepas pantai hanya butuh struktur teknik yang relatif murah cukup untuk melindungi panel surya.
Peta 'heatmap' beresolusi tinggi dari hasil penelitian kami menunjukkan bahwa negara kepulauan Indonesia dan daerah Khatulistiwa di Afrika Barat dekat Nigeria berpotensi terbesar untuk PLTS terapung di laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peran energi surya pada 2050
Dalam tren saat ini, ekonomi global sebagian besar akan mengalami dekarbonisasi dan elektrifikasi pada tahun 2050. Ini didukung oleh energi matahari dan angin dalam jumlah besar.
Panel surya dengan luas sekitar 70 kilometer persegi (km2) (melebihi 10% dari luas kota Padang, Sumatra Barat) dapat menyediakan semua kebutuhan energi satu juta orang yang kaya dalam ekonomi bebas karbon. Panel surya dapat ditempatkan di atap rumah/bangunan, di daerah gersang, berbagi ruang dengan lahan pertanian, atau terapung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, di negara-negara dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Nigeria dan Indonesia, bisa jadi memiliki lahan yang terbatas untuk memasang panel surya. Pasalnya, ada persaingan lahan untuk kebutuhan pertanian ataupun area tempat tinggal.
Lokasi tropis mereka di garis lintang yang disebut doldrum juga berarti kedua negara tersebut memiliki sumber daya angin yang buruk. Untungnya, negara-negara ini-dan tetangganya--dapat memanen energi tak terbatas secara efektif dari panel surya yang mengapung di lautan.
Panel surya terapung juga dapat ditempatkan di danau dan waduk. PLTS terapung seperti ini memiliki potensi besar dan sudah berkembang pesat.
Studi kami baru-baru ini menganalisis permukaan laut dunia untuk menemukan wilayah mana yang tidak mengalami ombak besar atau angin kencang selama 40 tahun terakhir. Panel surya terapung di wilayah seperti itu tidak memerlukan struktur teknik yang kuat dan mahal.
Daerah yang tidak mengalami ombak yang lebih besar dari 6 meter atau angin yang lebih kuat dari 15 meter per detik dapat menghasilkan listrik energi surya hingga sejuta TWh per tahun. Angka tersebut lima kali lebih besar dibandingkan kebutuhan energi bersih untuk 10 miliar penduduk dunia pada tahun 2050 nanti.
Sebagian besar area laut yang cocok untuk PLTS terapung berada di dekat Khatulistiwa, di sekitar Indonesia dan Afrika Barat. Daerah ini memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi dan nilai lingkungan yang tinggi. Panel surya terapung laut dapat menjadi solusi potensi konflik penggunaan lahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!