Etika Lingkungan dan Pelestarian Alam dalam Epos Galigo
📅 Senin, 14 Agu 2023, 11:50 WIB | Oleh: Tim PenulisDi kawasan ini, masyarakat dilarang menggunakan sabun, membuang tinja, minyak, bahkan sisa makanan ke sungai. Ada juga larangan membunuh buaya karena reptil ini dianggap sebagai jelmaan Sawerigading.
Selain masyarakat Cerekang, ada juga masyarakat Kajang yang bermukim di Bulukumba. Pakaian dan kebiasaan mereka memiliki beberapa kemiripan dengan orang Kanekes atau Baduy di Banten. Lebih dari dua dekade lalu, saya berkesempatan mengunjungi mereka. Saya merasa kagum dengan keteguhan masyarakat Kajang menerapkan kearifan lokal dalam melindungi lingkungan.
Masyarakat ini mengenal seperangkat aturan dan kewajiban adat bernama Pasang Ri Kajang yang bertujuan untuk memastikan kehidupan masyarakat selaras dengan alam. Contohnya, pelestarian hutan adalah salah satu kewajiban mutlak bagi setiap orang Kajang.
Memperbaiki Hubungan Dengan Alam
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat Indonesia dan dunia memerlukan perubahan cara pandang terhadap lingkungan untuk mengatasi berbagai persoalan mendesak saat ini seperti perubahan iklim, kehilangan biodiversitas, deforestasi dan persoalan perairan, hingga polusi.
Perubahan tersebut juga mesti menjadi dasar pelaksanaan praktik-praktik yang lestari. Beberapa di antaranya adalah perlindungan keberagaman hayati (biodiversitas), pemakaian sumber daya secara berkelanjutan, aksi lingkungan dan kebijakan yang memihak kelompok rentan, dan siar kesadaran masyarakat.
Perubahan ini dapat kita ilhami dari salah satu karya sastra Nusantara seperti Galigo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita juga dapat menyelami dan menghargai beraneka kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga lingkungan. Sebab, berkat keberadaan mereka, alam Indonesia tetap terjaga selama ratusan tahun.
Harapan kita, manusia dapat memperbaiki hubungan dengan alam, agar lebih selaras dengan alam, bukan menaklukkannya.![]()
Rusdian Lubis, Senior lecturer, Universitas Indonesia
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!