Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira, Benih Padi Jenis Inpari 32 Tahan Serangan Hama Tungro

📅 Senin, 14 Agu 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Benih Padi Jenis Inpari 32 Tahan Serangan Hama Tungro Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Ket. Petani menabur pupuk di areal pertanian Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala. (Batola), Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

Banjarmasin - Berita gembira, Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Karlie Hanafi Kalianda mengatakan dengan adanya bantuan benih padi varietas unggul jenis Inpari 32, petani tidak lagi alami gagal panen, karena benih padi itu relatif tahan terhadap serangan hama tungro.

"Serangan hama tungro itu rentan terjadi pada varietas lokal yang selama ini banyak petani Batola atau Kalsel tanam," tutur Karlie di Banjarmasin, Minggu.

Dia mengatakan jenis benih padi ini juga tahan terhadap pembusukan daun. Salah satu keunggulan benih padi itu dapat panen empat kali dalam setahun karena umur benih genjah atau lekas berbuah, yaitu pada 90 sampai 100 hari saja.

Karlie Hanafi Kalianda juga mengatakan saat ini gagal panen menghantui petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola).

"Pasalnya dari pengalaman dua tahun terakhir petani Batola gagal panen akibat serangan hama tungro. Hal tersebut mereka kemukakan saat saya reses beberapa waktu lalu," ujar Karlie.

Sejauh ini, pemerintah belum menemukan racun pembasmi hama tungro, selain dengan cara pembakaran, sedangkan pembakaran lahan itu dilarang.

Anggota DPRD Kalsel itu mengatakan kasus gagal panen padi hampir di seluruh wilayah Kalsel pada 2022.

Sebagai contoh petani pada 16 desa di kecamatan yang berada Kabupaten Batola, mengeluhkan gagal panen berkisar antara 70-80 persen akibat serangan hama tungro.

Dampak gagal panen hampir di seluruh Kalsel mengakibatkan harga beras lokal saat ini naik tajam, seperti Unus Mutiara sebelumnya Rp18.000 per liter naik menjadi Rp22.000 per liter, dan Unus Mayang juga naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per liter.

Begitu juga, Siam Unus dari RP13.000 menjadi Rp15.000 sampai Rp16.000 per liter Sedangkan jenis beras unggul, seperti beras Jawa dan lain-lain relatif masih bertahan harganya sekitar Rp10.000 per iter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.