Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Soroti Dana Pemerintah Daerah Menganggur di Bank, Rakyat yang Dirugikan

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Soroti Dana Pemerintah Daerah Menganggur di Bank, Rakyat yang Dirugikan Doc: Antara
Ket. Guru Besar Ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Prof Muhammad Handry Imansyah (kiri) memberikan paparan terkait kinerja fiskal daerah Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (30/10).

Banjarmasin - Pakar ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Prof Muhammad Handry Imansyah menilai deposito anggaran yang dilakukan pemerintah daerah (pemda) di perbankan merugikan masyarakat karena tidak memberikan dampak secara langsung.

“Dari sisi ekonomi, anggaran itu sebenarnya harus dibelanjakan, tidak boleh lama didiamkan di bank. Kalau dibelanjakan, uang berputar di pasar. Memang kalau disimpan di bank bunga bertambah, tapi masyarakat tidak merasakan dampak langsung karena uang itu didiamkan di bank,” ujar Prof Handry di Banjarmasin, Jumat (31/10).

Prof Handry pun mendukung kebijakan Menteri Keuangan Purbaya yang menyoroti banyaknya pemda mendiamkan anggaran daerah di bank dengan berbagai alasan.

“Secara hitung-hitungan ekonomi, anggaran yang diam di bank tidak memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat meskipun ada bunga yang berjalan karena beberapa pemda mendepositkan anggaran di bank,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau uang dibelanjakan maka kegiatan ekonomi berputar secara multiplier. Dengan belanja, uang berputar lebih cepat dan pendapatan masyarakat meningkat secara luas, sedangkan uang yang didiamkan di bank susah bergerak.

Guru Besar Ekonomi dari ULM ini pun menekankan bahwa keuntungan bunga uang daerah yang didiamkan lama di bank tidak memberikan manfaat lebih kepada masyarakat, justru dibelanjakan lebih menguntungkan masyarakat.

Menurut hitungan ekonomi, Prof Handry mengatakan secara umum manfaat sementara dari uang yang didepositkan di bank, hanya berdampak langsung bagi kas pemda.

Namun, lanjutnya, uang yang segera dibelanjakan akan meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Karena jika uang daerah didiamkan di bank dengan alasan mendapatkan bunga dari hasil deposito, justru pendapatan dan kesempatan kerja masyarakat tidak meningkat signifikan.

“Anggaran itu harus berjalan dan bergulir. Begini ya, kalau uang terus berputar dengan cepat, kesempatan kerja naik, pendapatan naik dan pajak akan meningkat,” tutur Prof Handry.

Ia pun memberikan contoh sederhana dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat daerah mendapatkan anggarannya dan langsung dibelanjakan, pasar bergerak dan kesempatan kerja meningkat karena pelaku usaha ada yang membuat makanan dan jasa lain, ekonomi berputar dengan cepat.

“Kalau uang MBG ini didiamkan sebulan di bank supaya mendapat bunga, ya jelas tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Jadi hitung-hitungan ekonominya seperti itu, uang berputar maka pendapatan masyarakat cepat meningkat,” demikian Prof Handry.

Terkait polemik ini, Prof Handry menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) yang mendiamkan anggaran sekitar Rp4,7 triliun di Bank Kalsel dalam bentuk deposito dan giro untuk mendapatkan keuntungan berupa bunga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.