Industri Farmasi Penyumbang Besar Emisi, Bagaimana Agar Bisa Ramah Lingkungan?
📅 Kamis, 10 Agu 2023, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Freepik/Usertrmk
Lailaturrahmi, Universitas Andalas
Sektor industri farmasi berkontribusi besar terhadap terhadap emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global.
Sebuah riset menunjukkan industri farmasi menghasilkan 48,55 ton emisi gas setara CO2 per 1 juta dolar pendapatan. Angka ini 55% lebih besar daripada industri otomotif yang menghasilkan 31,4 ton emisi gas setara CO2 per 1 juta dolar pendapatan yang dihasilkan pada tahun yang sama.
Emisi ini tidak hanya disumbang oleh aktivitas industri secara langsung, tapi juga aktivitas tidak langsung seperti proses transportasi dan distribusi produk. Salah satu penyumbang emisi adalah proses pengemasan obat.
Sebenarnya masalah ini bukan hanya tanggung jawab industri obat, tapi semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah, distributor, apotek, dokter dan pasien.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seberapa penting peran kemasan bagi produk farmasi?
Produk farmasi menempuh proses distribusi yang panjang.
Tidak hanya harus melewati batas antardaerah, obat-obatan juga harus melalui batas antarnegara. Oleh karena itu, produk farmasi harus dikemas sedemikian rupa agar keutuhan dan kestabilannya terjaga hingga sampai di tenaga kesehatan dan pasien yang menerimanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain sebagai wadah yang menampung obat agar mudah ditangani, kemasan farmasi juga memiliki fungsi proteksi dari pengaruh lingkungan luar yang dapat merusak kandungan obat. Cahaya, kelembaban, oksigen, kontaminasi bakteri dan mikroba lain, kerusakan mekanis dan pemalsuan merupakan hal-hal yang dapat menurunkan kualitas produk farmasi.
Kemasan farmasi pun memiliki fungsi presentasi dan informasi. Pada kemasan farmasi umumnya tertera nama obat sebagai identitas, dan sejumlah informasi seperti komposisi, berat atau volume, cara pakai, cara penyimpanan, tanggal kedaluwarsa, dan tanda peringatan khusus.
Informasi ini tidak hanya penting diketahui pasien sebagai pengguna akhir, tapi juga oleh tenaga kesehatan. Sejumlah obat tidak bisa digunakan sendiri oleh pasien, bahkan memerlukan instruksi khusus untuk diberikan, seperti obat-obat kanker.
Ada tiga lapis kemasan farmasi yakni kemasan primer, kemasan sekunder, dan kemasan tersier.
Kemasan primer merupakan kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk obat. Kemasan ini berpengaruh langsung pada umur simpan obat. Contohnya antara lain botol sirup, botol obat tetes mata, dan tube krim.
Kemasan sekunder merupakan kemasan yang melindungi kemasan primer, seperti dus, boks karton. Sementara itu, kemasan tersier digunakan untuk distribusi dan transportasi produk dalam jumlah besar misalnya kontainer.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!