Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Farmasi Penyumbang Besar Emisi, Bagaimana Agar Bisa Ramah Lingkungan?

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di Belanda, misalnya, sebuah platform daring bernama PharmaSwap memungkinkan penukaran obat antarapotek untuk mengurangi penumpukan stok obat yang jarang digunakan.

Apoteker juga dapat memerantarai pemilihan kemasan obat yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, obat yang dikemas dalam kemasan pre-filled syringe (alat suntik yang sudah mengandung obat) akan menghasilkan limbah kemasan yang lebih sedikit dibandingkan kemasan vial dosis tunggal.

Apoteker juga dapat membantu mengurangi penyediaan obat berlebihan kepada pasien dengan menyesuaikan pemberian obat sesuai dengan stok obat milik pasien. Pasien kerap menyimpan obat tak terpakai di rumahnya, sementara mereka terus menerima persediaan obat baru. Hal ini menyebabkan penumpukan obat berikut kemasannya di tingkat rumah tangga.

Limbah obat beserta kemasannya yang telanjur terjadi dapat ditangani melalui pengelolaan jalur pembuangan obat yang baik dan benar. Apotek dapat mengumpulkan obat tidak terpakai untuk mengurangi pembuangan obat di tempat sampah rumah tangga atau di saluran pembuangan air limbah.

Sementara, 20% obat juga dikembalikan dalam kemasan tertutup, tidak rusak, dan umur simpan lebih dari 6 bulan, sehingga dapat diserahkan kembali kepada pasien lainnya yang membutuhkan.

Namun, praktik penyerahan obat ini juga menimbulkan keraguan publik terkait jaminan mutu. Sehingga diperlukan inovasi dalam teknologi obat, seperti melalui sensor yang dapat menjamin kualitas dan keamanan obat yang diserahkan ulang (redispensing).

Peran pemerintah atau lembaga regulasi seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sangat penting dalam menurunkan masalah lingkungan terkait limbah kemasan obat. Mereka harus mengedukasi, membuat pedoman untuk membatasi limbah farmasi, dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti industri farmasi, distributor, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tenaga kesehatan.

Tanpa dukungan pembuat kebijakan, maka upaya meminimalkan limbah kemasan obat juga akan terhambat. Dengan demikian, target pengurangan emisi untuk mencegah suhu bumi makin panas juga sulit tercapai.The Conversation

Lailaturrahmi, Lecturer, Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Andalas

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.