Pascapandemi Momentum Tepat Pacu Pertumbuhan Industri
📅 Selasa, 08 Agu 2023, 10:54 WIB | Oleh: Tim RedaksiKondisi Jepang di era 1970-an tersebut juga terjadi terhadap Tiongkok saat ini, dimana produk Tiongkok banyak menguasai banyak sektor.
Kondisi deindustrialisasi yang saat ini terjadi terlihat dari Amerika Serikat. Ekonomi Negeri Paman Sam overhead atau panas, karena inflasi tinggi dan fiscal balance-nya defisit, artinya negaranya sedang susah.
Lalu pertanyaannya, apakah kondisi di Amerika Serikat juga dirasakan di Indonesia?
"Jawabannya tidak. Inflasi Indonesia rendah, nilai tukar rupiah masih stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia walaupun 5 persen, tetapi itu lebih tinggi daripada inflasinya," kata Kiki.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi ekonominya resilience, buktinya ketika pandemi tidak ada masalah apa-apa."
"Jadi tidak ada cara untuk mendefinisikan Indonesia untuk deindustrialisasi, karena market domestic-nya oke," jelas Kiki.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan kondisi produk Indonesia yang kalah dari Tiongkok?
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu karena transformasi, itu isu utamanya, bukan deindustrialisasi. Kita harus mentransfer ekonomi Indonesia, misalnya produk paling besar di dunia seperti elektronik, elektrik dan otomotif.Otomotif kita ini lumayan, tetapi elektroniknya belum. Itu yang akan kita dorong, dan itu namanya transformasi," terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!