Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pascapandemi Momentum Tepat Pacu Pertumbuhan Industri

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 10:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pascapandemi Momentum Tepat Pacu Pertumbuhan Industri Doc: Antara/Kemenperin
Ket. Aktivitas pekerja pada proses produksi di sektor industri otomotif.

JAKARTA - Momentum pemulihan pascaCovid-19 waktu yang tepat untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur nasional. Indonesia masih luput dari ancaman deinsdustrialisasi karena inflasi yang rendah serta masih stabilnya nilai tukar.

Rektor Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Prof Rina Indiastuti mengatakan, momentum pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menjadi waktu yang tepat untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur.

"Momentum pemulihan pascaCovid-19 sekarang ini merupakan cara atau ajang untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur lebih tinggi dari nasional," katanya dalam diskusi daring bertajuk "Industrialisasi sebagai Penggerak Perekonomian Nasional bersama forum wartawan industri di Jakarta, Senin (7/8).

Rina menjelaskan sejumlah strategi yang bisa digunakan untuk mendongkrak pertumbuhan industri manufaktur, di antaranya dengan mengeksplorasi cabang-cabang industri manufaktur.

Selama ini Indonesia masih fokus pada industri di subsektor-subsektor lama yang hanya fokus pada sumber daya alam (SDA). Menurut Rina, Indonesia harus bisa mulai mengeksplorasi sektor-sektor industri yang bisa mendorong industri manufaktur lainnya sehingga saling terkait.

"Kita masih bermain lama di industri karet, kertas. Kita juga kuat di elektronik, transportasi (otomotif), itu basisnya teknologi dan ekspor. Tetapi kita masih mengandalkan industri yang dari dulu berperan, padahal cabang industri manufaktur begitu banyak. Barangkali mari kita mulai menyiapkan cabang-cabang lain," katanya.

Rina mengatakan industri yang telah tumbuh baik perlu didorong untuk bisa meningkatkan ekspor dan melakukan penetrasi yang lebih intens ke pasar domestik.

Selain itu, ia juga menyinggung perlunya adopsi teknologi sesuai karakteristik industri. Ia mendorong pemangku kepentingan terkait, dari pemerintah hingga perguruan tinggi, untuk mulai memikirkan soal memilih dan mengadopsi teknologi yang tidak hanya memberi nilai tambah tinggi tapi juga sesuai dengan kebutuhan dan tren industri saat ini, termasuk tren industri hijau.

"Penelitian di kami menyatakan kalau ekspor industri manufaktur ingin tidak decline (menurun), ternyata yang penting bukan hanya masalah global value chain tapi juga faktor kelembagaan. Jadi bagaimana sinergi antarsektor membuahkan biaya yang rendah bagi industri," ungkap Rina.

Peneliti LPEM UI dan Tenaga Ahli Menkeu Kiki Verico mengulas RI yang terhindar dari ancaman deindustrialisasi. Soal dominasi berbagai produk asal Tiongkok membuat industri di banyak negara kian terpengaruh.

Faktanya, produk buatan Tiongkok tersebut banyak dijual lebih murah ketimbang produk buatan dalam negeri suatu negara.

Kondisi ini bisa menciptakan deindustrialisasi sektor manufaktur. Deindustrialisasi merupakan kondisi dimana industri tidak dapat berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Ia mengatakan, sejarah deindustrialisasi pertama kali terjadi saat Amerika Serikat menguasai industri dunia setelah perang dunia ke-2, kemudian kalah dengan Jepang.

"Bukan hanya Amerika, tetapi jam merek Swiss juga dikalahkan Casio dari Jepang. Kemudian sepeda motor, dulu itu yang menjadi penguasa dunia Inggris, di tahun 1970-an kemudian diambil alih Jepang, lalu mesin fotokopi, alat musik itu juga dikuasai Jepang semua," kata Kiki dalam diskusi yang sama

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.