Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Militer Tutup Wilayah Udara Niger

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Militer Tutup Wilayah Udara Niger Doc: Antara/Reuters/ORTN
Ket. Juru bicara Angkatan Darat Niger, Kolonel Amadou Adramane berbicara dalam sebuah penampilan di televisi nasional, setelah Presiden Mohamed Bazoum ditahan di istana kepresidenan, di Niamey, Niger, baru-baru ini.

DAKAR - Junta Niger mengumumkan telah menutup wilayah udara negara itu sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas kemungkinan intervensi militer Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS).

"Sebuah negara asing sedang bersiap untuk menyerang negara kita dengan kerja sama ECOWAS," kata Kolonel Amadou Abdramane, juru bicara Dewan Nasional untuk Perlindungan Negara yang berkuasa pada Minggu (6/8).

Seperti dikutip dari Antara, Abdramane memperingatkan setiap pelanggaran wilayah udara akan ditanggapi dengan cepat dan tegas.

Abdramane menyoroti ECOWAS telah mengerahkan pasukan di dua negara Afrika Tengah sebagai bagian dari persiapan intervensi militernya dan menekankan setiap negara yang melakukan intervensi akan dianggap sebagai kolaborator. Dia meminta pemuda Niger untuk membela negara mereka.

Pada 30 Juli 2023, ECOWAS memberi waktu tujuh hari bagi junta militer untuk membebaskan Presiden Mohamed Bazoum dan mengizinkannya kembali menjabat di Niger. Namun, tenggat waktu itu telah berakhir pada Minggu tengah malam waktu setempat.

ECOWAS telah mengumumkan akan mempertimbangkan semua opsi, termasuk intervensi militer, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam jangka waktu tersebut. Kemungkinan intervensi militer telah menarik reaksi dari pemerintah militer lainnya di Afrika Barat.

Pernyataan Bersama

Burkina Faso dan Mali, tempat personel militer berkuasa, memperingatkan ECOWAS dalam pernyataan bersama bahwa intervensi militer di Niger akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap mereka.

Sementara itu, Guinea menyatakan dukungannya kepada junta. Senegal, Pantai Gading, Benin, dan Nigeria menyatakan dukungan mereka terhadap intervensi militer ECOWAS.

Namun, negara-negara non ECOWAS yaitu Aljazair, Libya, Chad, dan Mauritania mengumumkan mereka tidak mendukung operasi militer ECOWAS.

Sebelumnya junta militer Niger memutuskan hubungan diplomatik dengan empat negara, termasuk negara tetangganya Nigeria, yang pagi sebelumnya memutuskan ekspor listrik ke negara itu menyusul kegagalan delegasinya menemui pemimpin kudeta.

"Fungsi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Niger untuk Prancis, Nigeria, Togo,dan Amerika Serikat dihentikan," kata Abdramane.

Duta besar Francisca Omayulim juru bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, tidak segera menanggapi permintaan Anadolu mengenai reaksi negara itu atas kebuntuan diplomatik yang terjadi setelah keputusan Niger.

Sehari sebelumnya pada Kamis, pemimpin kudeta Niger menolak delegasi Nigeria yang dikirim Presiden Bola Ahmed Tinubu dan dipimpin mantan kepala militer Jenderal Abubakar Abdulsami masuk ke negara itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.