Indonesia Siap Hadir di KTT Perubahan Iklim di Dubai
📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 18:39 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoKeberhasilan penurunan emisi GRK di tahun 2020 sangat jelas berasal dari FOLU yakni menjadi 182 juta ton CO2 eq emisi, dari semula lebih dari 900 juta ton CO2 eq emisi di tahun 2019. Pemerintah sedang bekerja keras untuk penurunan emisi GRK setor energi setelah usaha-usaha kita di sektor FOLU yang terus dikelola.
Sektor energi sedang memacu keras penurunan emisi GRK dengan strategi mencapai NZE yaitu elektrifikasi, moratorium PLTU, membangun sumber energi baru dan EBT serta penerapan efisiensi energi.
Pada kesempatan ini, Menteri Siti menyampaikan dua ilmuwan Indonesia terpilih pada pemilihan minggu lalu pada Pertemuan IPCC ke-59 tanggal 25-28 Juli 2023 di Nairobi, Kenya. Kedua ilmuwan tersebut bergabung menjadi anggota IPCC, khususnya menjadi Vice-Chair Working Group I yaitu Prof. Edvin Aldrian, serta anggota Task Force Bureau, Dr. Joni Jupesta. Mereka akan bekerja dalam Seventh Assessment Cycle guna mempersiapkan Assessment Report ke-7.
Perundingan COP 28 di Dubai secara umum memiliki ekspektasi target pada beberapa hal. Pertama, nenghasilkan keputusan yang tepat untuk pemanfaatan nyata atas hasil Global Stocktake Pertama (1st GST). Kedua, hasil yang ambisius pada adaptasi melalui Global Goal on Adaptation (GGA), loss and damage (LnD), dan finance yang terkait dengan loss and damage tersebut. Ketiga, melaksanakan apa yang telah dimulai diperdebatkan di Bonn yakni pendetailan Mitigation Work Programme (MWP), dan yang harus disertai dengan dukungan means of implementation.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesemuanya itu untuk memastikan amannya jalur 2030 yang selaras dengan Persetujuan Paris, termasuk upaya mengejar untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C.
Paviliun Indonesia
Selain kerja-kerja pada forum negosiasi formal, Indonesia juga mengawal dengan out-reach forum yaitu Paviliun Indonesia yang dari tahun ke tahun memberikan refleksi kemajuan bertahap serta fokus kerja-kerja yang sedang berlangsung di Indonesia dan menyesuaikan dengan kondisi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paviliun Indonesia, selain menampilkan berbagai kemajuan dan discourse yang sedang berkembang, juga menjadi sarana pendukung dalam agenda politik internasional yang ingin dicapai dalam diplomasi iklim. Muatan materi dan partisipasi pihak-pihak merefleksikan hal tersebut.
Menteri Siti mengharapkan, Paviliun Indonesia pada COP28 nanti mampu merefleksikan kepentingan Indonesia dengan tetap memperhatikan dan mendukung pilihan tema Presidensi Uni Emirat Arab. Paviliun Indonesia juga menjadi wahana diplomasi pada subjek-subjek dan antara lain pada subjek dalam situasi yang masih mengandung tension yang bisa dibawa dalam suasana yang friendly dan gembira.
Menteri Siti berpandangan pilihan tema Paviliun Indonesia yaitu Indonesia's Climate Actions: Inspiring The World yang didukung dengan 4 sub-tema: (1) stronger new renewable energy commitments, (2) robust climate action on land based sector, (3) inspiring finance and technology innovations, dan (4) solid collabortive climate action of people's prosperity, sangat tepat dan sesuai dengan pilihan tema Presidensi UAE.
"Kita ingin menjadikan apa yang telah Indonesia lakukan dan akan kita jalankan dapat menginspirasi bagi dunia, sebagaimana spirit kita selama ini yaitu leading by examples, to inspire the world," pungkas Menteri Siti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!