Pernah Rusak karena Gempa dan Bom
📅 Jumat, 04 Agu 2023, 06:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/ VALERIE GACHE
Pembangunan Terusan Korintus pada 1830 dilakukan setelah Yunani lepas dari kekuasaan Kekaisaran Ottoman. Gubernur Yunani yang baru diangkat Ioannis Kapodistrias memimpin kebangkitan negara dengan membangkitkan ide lama.
Dia mempercayakan proyek tersebut kepada insinyur Prancis Virle d'Uct. Tetapi pembangunan itu harus ditunda karena pemerintah Yunani yang baru tidak memiliki dana cukup yang dibutuhkan dengan nilai perkiraan biaya sebesar 40 juta franc emas.
Kanal Yunani akhirnya dibangun dan dioperasikan pada tanggal 28 Oktober 1893, setelah mengatasi dan melewati banyak penghalang jalan.
Setelah dibuka, terusan tersebut tidak berhasil secara ekonomi seperti yang diharapkan sebelumnya. Kesulitan navigasi melalui kanal dan juga seringnya angin kencang dan arus kuat mengurangi jumlah jalur melalui kanal.
Sejauh ini kapal yang lebih besar tidak dapat berlayar sendiri. Untuk menyeberang dengan aman kapal pesiar misalnya harus ditarik kapal tunda. Selain itu kapal besar hanya dapat melewati terusan secara satu arah dalam satu waktu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melewati Terusan Korintus bukannya tanpa risiko. Pada 1923 pernah mengalami gempa bumi pada yang menyebabkan sekitar 40.000 meter kubik dinding yang mengelilingi kanal runtuh ke dalam air. Diperlukan waktu dua tahun untuk pembersihan puing-puing sepenuhnya, sebelum kapal dapat melewatinya.
Sampai sekarang, peringatan risiko tinggi dipasang secara teratur ke kapal-kapal yang menggunakan rute navigasi laut ini. Demikian pula, Kanal Korintus juga rusak selama Perang Dunia II karena merupakan salah satu lokasi strategis yang penting.
Menurut dokumen perang, pasukan Jerman pernah mencoba merebut jembatan utama di atas kanal pada 1941 ketika pasukan Inggris dan Nazi Jerman bertempur di Pertempuran Yunani. Meski dipertahankan oleh Inggris, jembatan itu direbut oleh Jerman dalam serangan mendadak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 1944, ketika pasukan Jerman mundur dari Yunani, mereka menggunakan bahan peledak dalam operasi bumi hangus untuk membuat kanal tidak berfungsi dan menghalangi pekerjaan perbaikan. Setelah beberapa tahun pembatasan, kanal dibuka kembali untuk semua lalu lintas kapal pada September 1948.
Namun, terlepas dari faktor-faktor yang melemahkan tersebut, tidak dapat disangkal bahwa Terusan Korintus adalah keajaiban teknik yang patut diapresiasi. Meskipun tidak seterkenal Terusan Suez dan Panama, namun namanya perlu ditempatkan dalam sejarah maritim. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!