Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Pernikahan Dini Penyebab Tingginya Stunting di Mamuju

📅 Jumat, 04 Agu 2023, 00:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Pernikahan Dini Penyebab Tingginya Stunting di Mamuju Doc: ANTARA/M Faisal Hanapi
Ket. Pemerintah di Mamuju melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini sebagai penyebab tingginya stunting di Mamuju, Kamis (03/8/2023).

Mamuju - Mengagetkan, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengatakan, pernikahan dini menjadi penyebab tingginya penderita stunting di daerah itu.

"Persoalan pernikahan dini tidak boleh dianggap remeh, karena menjadi penyebab tingginya anak penderita stunting di Mamuju," kata Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, pernikahan dini akan terus disosialisasikan pencegahannya oleh pemerintah, sebagai upaya mencegah tingginya penderita stunting di Mamuju.

"Bagi orang tua yang memaksakan menikahkan anaknya yang masih dibawah umur atau pernikahan dini, maka. Akan berpotensi terkena sanksi pidana, atau dipenjara paling lama sembilan tahun," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat Mamuju dapat bersama pemerintah dalam mencegah pernikahan dini sebagai penyebab stunting.

"Anak yang menikah di usia yang belum matang, pasti akan berdampak pada keturunannya, sebab alat reproduksi belum siap, dan mempengaruhi tumbuh kembang anak dan mengakibatkan terjadinya stunting sehingga pernikahan dini harus dicegah," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah dan pihak berwajib akan mengawasi pernikahan dini agar tidak terjadi dan dapat dicegah.

Ia juga mengatakan, pemerintah di Mamuju akan melakukan berbagai program dan inovasi untuk mengatasi stunting dengan program pangan bergizi bagi ibu hamil dan anak.

"Pemerintah di Mamuju mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk program pangan bergizi yang dibagikan kepada ibu hamil dan balita melalui posyandu yang ada di Kabupaten Mamuju, untuk mencegah stunting," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data pemerintah, angka penderita stunting di Mamuju, jumlahnya mencapai 33,8 persen.

"Sampai saat ini Provinsi Sulbar menduduki peringkat ke dua di Indonesia sebagai provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi mencapai 35 persen, sehingga pemerintah di Mamuju juga akan terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayahnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.