Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Dialog, Caleg Jangan Perbanyak Kampanye Lewat Baliho

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 00:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Dialog, Caleg Jangan Perbanyak Kampanye Lewat Baliho Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Sosiolog Universitas Gadjah Mada Arie Sujito di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (31/7/2023).

Yogyakarta - Perbanyak dialog. Sosiolog Universitas Gadjah Mada Arie Sujito mengimbau para calon legislatif peserta Pemilu 2024 tidak memperbanyak kampanye melalui baliho atau alat peraga lainnya karena hanya menambah sampah visual di ruang publik.

"Tidak perlu banyak memasang baliho. Kalau pun memasang baliho sebetulnya itu tidak penting," kata Arie di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin.

Dari pada sekadar memasang baliho, Arie menyarankan para caleg beserta tim sukses perlu memperbanyak kampanye melalui dialog, datang langsung menemui masyarakat, serta melalui aktivitas yang bersifat edukatif lainnya.

"Orang yang yang hanya menghadirkan baliho sebenarnya dia enggak percaya diri bertemu rakyat. Harusnya mereka berani ketemu rakyat," kata Arie yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM ini.

Selain itu, menurut dia, berbagai upaya perlu ditempuh baik penyelenggara maupun peserta pemilu untuk membuat masyarakat merasa memiliki pemilu sehingga tidak sekadar menjadi objek.

"Demokrasi jangan dikotori baliho-baliho yang sering kali enggak berguna," ucap dia.

Dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek, kata Arie, mereka akan secara sukarela melibatkan diri melakukan kontrol dan mengawasi proses pemilu.

Pengawasan yang hanya dilakukan oleh Bawaslu, menurut dia, tidak akan mampu menjangkau pelanggaran pemilu secara menyeluruh.

"Tantangan ke depan itu bagaimana membuat masyarakat atau rakyat pemilih itu merasa memiliki pemilu. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di pemilu itu tidak mungkin Bawaslu akan tahu secara persis," kata dia.

Sebelumnya, Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba menyebut baliho maupun spanduk bakal calon legislatif maupun bakal calon presiden menghiasi jalan-jalan hampir di seluruh kabupaten maupun kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami menilai ada potensi pelanggaran terhadap maraknya baliho, spanduk, dan sejenisnya yang terpampang disudut jalan baik di kota maupun di perdesaan," ujar dia.

Kamba berharap para bakal calon baik legislatif maupun bakal calon presiden senantiasa patuh pada aturan yang ada.

"Bagi spanduk maupun baliho yang tidak berizin harus ditertibkan tanpa pandang bulu," tutur Baharuddin Kamba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

55 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.