Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Obesitas di Indonesia Tinggi, Minuman Kemasan Mengintai Sejak Kanak-kanak

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pemenuhan hak anak untuk mengetahui dampak buruk dari konsumsi minuman manis berlebih menjadi penting dalam upaya peningkatan kesehatan mereka di masa mendatang. Tidak hanya stunting (kurang gizi) yang merusak masa depan anak, tetapi juga berat badan berlebih yang tidak sehat.

Dampak dari konsumsi minuman manis berlebih memang tidak langsung terlihat saat itu juga. Peningkatan berat badan yang tidak sehat serta kondisi kesehatan yang memburuk terjadi secara perlahan dan cenderung tidak terlihat sehingga sering diabaikan. Namun demikian kita perlu berupaya mencegah konsumsi minuman manis yang berlebihan pada anak.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak terkait dampak buruk dari mengonsumsi gula secara berlebihan.

Upaya ini dapat dilakukan secara kreatif dengan menggunakan media berupa poster, video, storytelling, permainan, dan sebagainya.

Selain itu, lingkungan juga memiliki peran penting dalam 'melindungi' anak dari bahaya konsumsi produk minuman manis berlebih. Budaya makan dalam keluarga, ketersediaan minuman manis di rumah, pengetahuan dan persepsi orang tua tentang dampak minuman manis serta kondisi sosial ekonomi orang tua ditemukan berhubungan dengan konsumsi minuman manis dalam kemasan pada anak-anak dan remaja.

Selain lingkungan keluarga dan rumah, pemerintah perlu memikirkan cukai gula untuk mengendalikan konsumsi produk manis. Bahkan beberapa negara maju telah menerapkan pajak yang cukup tinggi pada produk minuman manis seperti halnya pada rokok.

Kita perlu mengupayakan adanya tanda peringatan kandungan gula tambahan pada kemasan minuman tersebut, seperti halnya pada kemasan rokok. Infografis yang menunjukkan keamanan kadar gula dalam minuman terbukti membuat anak dan remaja memilih pilihan minuman yang lebih sehat. Infografis ini dapat diletakkan di kemasan minuman maupun kulkas atau rak tempat minuman dijual.

Secara alami, anak-anak memang akan memilih minuman manis dibandingkan dengan air mineral biasa.

Namun demikian, kita semua memiliki kewajiban untuk memenuhi hak mereka dalam memiliki pemahaman terkait bahaya mengonsumsi minuman manis berlebih.

Kita harus mengupayakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat yang akan berdampak baik pada kualitas hidup mereka ke depan.The Conversation

Marya Yenita Sitohang, Peneliti Kesehatan Masyarakat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.