Petinggi Ditjen Bea dan Cukai Gemetar, Institusinya Mau Ditutup Menteri Keuangan. Ini Baru Gebrakan
📅 Senin, 01 Des 2025, 13:26 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Kenapa baru sekarang ya rencana pembekuan Ditjen Bea dan Cukai Ada kabar yang membuat gemetar para petinggi dan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Betapa tidak, ditjen di bawah kementerian keuangan ini bakal tinggal nama, jika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sungguh-sungguh membubarkannya. Menkeu telah mengeluarkan ultimatum keras.
Kalau dalam satu tahun Bea dan Cukai tidak dapat memperbaiki internal akan menerima konsekuensi serius. Menteri Keuangan akan membekukan operasional. Sikap keras Menkeu ini karena banyak laporan praktik penyelewengan, penyelundupan, dan buruknya citra Bea dan Cukai yang tak kunjung membaik.
Ini sebenarnya bukan barang baru. Dari era orde baru begitu santer praktik-praktik kotor seperti itu di Bea dan Cukai. Kalau Bea dan Cukai dibekukan akan diganti dengan SGS seperti dulu. Menkeu berharap ancaman ini dicermati petinggi Bea dan Cukai.
Kirim Bantuan
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di tengah tekanan dari Menkeu, masih mau mengirim logistik bagi korban banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan bantuan mencapai masyarakat secepat dan seaman mungkin.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di situasi seperti ini, yang terpenting adalah keselamatan dan terpenuhinya kebutuhan dasar warga. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar setiap dukungan logistik dapat benar-benar membantu meringankan beban saudara-saudara kita di daerah terdampak," ujar dia di Jakarta, Senin.
Nirwala menerangkan cuaca ekstrem sejak Rabu (26/11), memutus listrik, akses komunikasi, serta jalur transportasi di Langsa, Lhokseumawe dan beberapa kabupaten lain sehingga membuat ribuan warga masih membutuhkan dukungan logistik serta ruang aman sementara. Di tengah terputusnya jaringan telekomunikasi darat, Kapal Patroli Bea Cukai BC30001 menjadi salah satu titik komunikasi darurat bagi warga dan pegawai lintas instansi yang kehilangan kontak dengan keluarga.
Pada Kamis (27/11), ia mengatakan anjungan dan ruang tengah kapal ditata ulang agar dapat menampung puluhan orang yang mencari tempat berlindung. Bandwidth internet kapal ditingkatkan untuk memastikan komunikasi dasar tetap berjalan, sementara ransum kapal dibagikan kepada warga yang memerlukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koordinasi juga dilakukan dengan TNI Angkatan Laut untuk pemenuhan pasokan air tawar. Pada saat yang sama upaya menyalurkan bantuan lewat jalur darat juga tidak berhenti, ujar Nirwala. Setelah melewati jalanan yang tertutup material longsor, menurut dia, mobil patroli Bea Cukai Aceh menembus Pidie Jaya pada Sabtu (29/11), dan mencapai Posko Peduli Banjir Gampong Beuringen.
"Tim segera menyalurkan bantuan dasar yang dihimpun dari para pegawai serta melakukan pemetaan cepat terhadap kondisi jalan untuk mendukung pengiriman logistik berikutnya," katanya. Sementara itu, penyaluran melalui laut diperkuat dengan keberangkatan Kapal Patroli BC60001 dari Tanjung Balai Karimun pada Sabtu (29/11), pukul 19.15 WIB, membawa bantuan kebutuhan pokok, air minum, LPG dan perlengkapan darurat. Kapal diperkirakan tiba di Langsa setelah melewati perjalanan sekitar 30 jam, menjadi alternatif utama karena akses darat dari Medan ke Langsa masih terputus.
Lebih lanjut, Nirwala menuturkan pada Minggu (30/11) pagi, Kapal Patroli BC30001 melaksanakan operasi Ship-to-Ship (STS) dengan KRI Sutedi Senoputro 378 untuk mempercepat distribusi bantuan. Proses pemindahan berlangsung selama dua jam dengan melibatkan Pemerintah Kota Langsa, Satpol PP, Polres, Polairud, serta awak kedua kapal.
Sebanyak 2.000 dus mi instan dan 1.000 papan telur ayam dipindahkan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang masih kesulitan memperoleh bahan makanan. Setelah proses STS selesai, BC 30001 sandar di Pelabuhan Langsa pada pukul 10.30 WIB. Adapun pemerintah Kota Langsa langsung mengoordinasikan penyaluran bantuan kepada warga di titik-titik terdampak.
Nirwala menambahkan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan empati dan kolaborasi lintas instansi. "Bencana ini mengingatkan kita untuk saling menjaga. Kami berupaya hadir sebagai bagian dari gotong royong nasional, bekerja bersama siapa pun yang ada di garis depan," katanya. Di tengah masa pemulihan awal yang masih berlangsung, berbagai jalur bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga serta mendukung pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!