Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Robert Oppenheimer Si Jenius Penemu Bom Atom

📅 Minggu, 30 Jul 2023, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dukungan Oppenheimer membantu dan mendorong para ilmuwan lain dalam penelitian mereka. Namun, perhatian utamanya adalah persaingan senjata yang tidak dapat dihindari. Dia menganjurkan pembentukan badan internasional yang akan mengontrol pengembangan energi nuklir dan penggunaannya.

Pada 1947, sebuah badan sipil bernama Komisi Energi Atom mulai bekerja. Oppenheimer mendesak dengan kuat untuk kontrol senjata internasional.

Uji coba bom atom pertama Uni Soviet pada Agustus 1949 mengejutkan Amerika Serikat dan mendorong para peneliti Amerika untuk mengembangkan bom hidrogen. Pemerintah Amerika Serikat memperkuat posisinya. Pada tahun 1952, Truman menolak untuk menunjuk kembali Oppenheimer sebagai penasihat Komisi Energi Atom.

Setelah 1952, advokasi Oppenheimer terhadap uji coba pertama bom hidrogen mengakibatkan penangguhan izin keamanannya. Penyelidikan yang dilakukan pada 1954 mengungkap hubungan komunis Oppenheimer di masa lalu dan berujung pada pencabutan izin keamanannya.

McCarthyisme dan kebebasan akademik

Di era perburuan penyihir Joseph McCarthy, rekan-rekan ilmuwannya menganggap Oppenheimer sebagai martir kebebasan akademik. "Di Inggris", komentar Wernher von Braun, mantan Nazi yang menjadi perintis teknologi roket Amerika, "Oppenheimer akan dianugerahi gelar kebangsawanan".

Setelah 1954, Oppenheimer tidak berhenti menyuarakan kebebasan dalam mengejar pengetahuan. Dia melakukan tur internasional dengan ceramah-ceramah tentang peran kebebasan akademis yang tidak terkekang oleh pertimbangan politik. Ia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan dan humaniora bukanlah upaya manusia yang terpisah, melainkan saling terkait dan tak terpisahkan.

Oppenheimer meninggal dunia pada usia 62 tahun pada 18 Februari 1967.

Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Darius von Guttner Sporzynski, Historian, Australian Catholic University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.